Advertisement

Siaran Piala Dunia 2026 Didorong Jadi Penggerak Optimisme Warga DIY

Sunartono
Minggu, 01 Februari 2026 - 15:22 WIB
Sunartono
Siaran Piala Dunia 2026 Didorong Jadi Penggerak Optimisme Warga DIY Kick Off Bola Gembira Piala Dunia 2026 di Kompleks Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (1/2/2026). - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Siaran Piala Dunia 2026 dipandang sebagai momentum edukatif bagi generasi muda di DIY, tidak hanya melalui pertandingan sepak bola, tetapi juga melalui nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas yang ditanamkan lewat siaran nasional.

Kick Off Bola Gembira Piala Dunia 2026 digelar secara serentak di berbagai kota pada Minggu (1/2/2026). Di Jogja, Kick Off digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman dengan dihadiri para pejabat di lingkungan Pemda DIY serta kabupaten dan kota. Dalam kesempatan itu Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI secara resmi mengumumkan peranannya sebagai official broadcaster untuk ajang Piala Dunia 2026.

Advertisement

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulisnya mengatakan penyiaran Piala Dunia 2026 memiliki peran strategis dalam menghadirkan semangat kebersamaan hingga ke tingkat desa. Dalam sambutan tertulisnya, Sri Sultan mengapresiasi inisiatif penayangan ajang sepak bola dunia tersebut yang dinilai mampu menghadirkan euforia olahraga internasional secara merata di seluruh wilayah DIY.

Lebih dari sekadar hiburan, Piala Dunia 2026 dipandang sebagai medium pembelajaran sosial dan pembentukan karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Pemerintah Daerah DIY menilai sepak bola tidak hanya berbicara soal pertandingan di lapangan, tetapi juga sarana menanamkan nilai disiplin, sportivitas, kerja sama, serta ketangguhan mental yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pemda DIY berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata. Melalui momentum siaran Piala Dunia 2026, anak-anak muda diharapkan semakin terdorong untuk aktif berolahraga, membangun optimisme bersama, dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

“Olahraga bukan hanya kompetisi, tetapi juga pendidikan karakter tentang disiplin, kerja sama, sportivitas, dan ketangguhan menghadapi tantangan. Nilai-nilai inilah yang kita butuhkan dalam membangun masyarakat yang sehat, rukun, dan berdaya,” ujar Sri Sultan dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sukamto.

Dari sisi penyiaran, Kepala LPP TVRI Stasiun DIY Akhmad Sahidi memastikan siaran Piala Dunia 2026 dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Pihaknya akan menjalankan mandat menghadirkan tayangan secara inklusif, termasuk bagi warga DIY.

“Harapan Pak Prabowo, siaran Piala Dunia ini menjadi hiburan buat rakyat seluruh Indonesia, maka TVRI mengusung tema Bola Gembira,” ujar Akhmad Sahidi.

Pihaknya juga merancang berbagai kegiatan nonton bareng (nobar) sebagai bagian dari rangkaian siaran Piala Dunia 2026. Selain digelar di kantor stasiun, Akhmad Sahidi membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota di DIY untuk memperbanyak titik nobar yang tersebar di masyarakat.

Perekonomian Lokal

Menurutnya, konsep nobar ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan dilibatkan dalam setiap kegiatan nobar agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Dari nobar itu sendiri kita harapkan selain masyarakat terhibur, kita harapkan di sana ada pertumbuhan ekonomi karena kita akan libatkan UMKM. Jadi selain ada tontonan yang menghibur, ekonomi juga terangkat,” ucapnya.

Akhmad Sahidi juga mengingatkan masyarakat terkait aspek teknis penyiaran agar siaran Piala Dunia 2026 dapat diterima dengan baik. Ia menyarankan penggunaan antena UHF untuk menghindari gangguan acakan atau scramble yang kerap terjadi pada penggunaan parabola.

Ia menegaskan bahwa kegiatan nobar mandiri yang dilakukan masyarakat secara non-komersial tidak akan dipungut biaya maupun dipermasalahkan. Namun, ketentuan berbeda berlaku bagi tempat komersial seperti hotel dan kafe yang harus mengikuti aturan khusus dari tim pusat.

Sementara itu, Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno di Jakarta memastikan kesiapan penuh seluruh sarana dan prasarana penyiaran. TVRI siap menyiarkan Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026, termasuk menjangkau wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Presiden memberi arahan agar momen Piala Dunia ini bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali. Ini juga bukti kepedulian Presiden terhadap pembinaan sepak bola di Indonesia sejak dulu,” jelas Iman.

Pelaksanaan kick off serentak di 34 lokasi dinilai akan memperluas akses informasi kepada publik bahwa Indonesia turut ambil bagian dalam menyiarkan perhelatan global Piala Dunia 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Khamenei Peringatkan AS, Perang Bisa Meluas ke Kawasan

Khamenei Peringatkan AS, Perang Bisa Meluas ke Kawasan

News
| Minggu, 01 Februari 2026, 17:37 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement