Advertisement
KONI Kota Jogja Dilantik, Ditarget Juara Dua Porda DIY
Ketua KONI DIY, KGPAA Paku Alam X melantik pengurus KONI Kota Jogja, di Balaikota Jogja, Rabu (4/2/2026). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jogja periode 2026–2030 resmi dilantik di Balaikota Jogja, Rabu (4/2/2026). Kepengurusan baru tersebut langsung dibebani target peningkatan prestasi dengan sasaran minimal meraih posisi runner-up pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY mendatang.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan keberhasilan KONI harus diukur dari capaian prestasi atlet, bukan sekadar aktivitas organisasi. Ia menyebut peringkat ketiga pada Porda sebelumnya harus ditingkatkan.
Advertisement
“Kalau kemarin juara tiga, Porda berikutnya minimal juara dua. Target itu menurut saya realistis,” ujar Hasto.
Menurutnya, pengurus KONI perlu memasang cita-cita tinggi agar mampu memacu kinerja maksimal. Jika hasilnya meleset pun tetap berada pada level yang baik.
BACA JUGA
“Indikator kesuksesan pengurus daerah itu prestasi. Jangan terlalu sibuk urusan organisasi, tapi lupa menyiapkan atlet,” katanya.
Ia mendorong agar sebagian besar energi KONI difokuskan pada pembinaan olahraga. Hasto menilai idealnya 80 persen perhatian diarahkan untuk menyiapkan prestasi, sementara sisanya untuk dinamika internal organisasi.
Selain itu, Hasto mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan menjauhkan kepentingan pribadi maupun kelompok dalam pembinaan atlet.
“Jangan sampai atlet yang sudah lama berlatih justru tersingkir, sementara yang titipan malah dimainkan,” tegasnya.
Masalah tata kelola keuangan juga menjadi sorotan. Mengingat KONI mengelola anggaran cukup besar untuk pembinaan, Hasto meminta penggunaan dana dilakukan transparan dan tepat sasaran.
“Kalau sudah ada anggaran latihan, ya langsung direalisasikan. Jangan sampai atlet latihan tapi dananya malah dihutang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Jogja, Dedi Budiono, menyatakan target dari wali kota akan diterjemahkan dalam program kerja yang konkret dan terukur.
Langkah awal yang akan dilakukan yakni menggelar musyawarah kerja guna menyusun prioritas pembinaan.
“Setelah bidang-bidang terbentuk, fokus kami pada pembinaan prestasi, pendidikan dan penataran atlet, penguatan karakter serta disiplin,” kata Dedi.
Selain itu, penyelenggaraan berbagai event dan kejuaraan akan diperbanyak sebagai sarana peningkatan kualitas atlet.
Ia optimistis target minimal posisi kedua Porda DIY bisa diraih. Menurutnya, komposisi kepengurusan saat ini diisi oleh figur-figur dengan pengalaman dan rekam jejak yang mumpuni.
“Target ini bukan hanya motivasi, tapi sangat mungkin diwujudkan melihat kompetensi pengurus yang ada,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Subianto Ultimatum Lembaga Penegak Hukum untuk Berbenah Diri
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kunjungan di Breksi Diperkirakan Tak Seramai Tahun Lalu
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







