Advertisement

MPM PP Muhammadiyah Perkuat Ekonomi Akar Rumput, Dampingi 11 Komunitas

Sunartono
Minggu, 08 Maret 2026 - 18:47 WIB
Sunartono
MPM PP Muhammadiyah Perkuat Ekonomi Akar Rumput, Dampingi 11 Komunitas Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin (paling kanan). - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memperkuat komitmen dalam mengakselerasi roda ekonomi di tingkat akar rumput melalui strategi pemberdayaan masyarakat yang inklusif.

Upaya ini merupakan perwujudan konkret dari mandat Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang digelar di Surakarta pada 2022 silam. Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menegaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah menyentuh langsung kantong-kantong kemiskinan guna mendongkrak derajat hidup warga secara kolektif.

Advertisement

"Saat ini, terdapat sedikitnya 11 komunitas binaan di wilayah DIY dan sekitarnya yang mendapatkan pendampingan intensif. Intervensi tersebut dikategorikan ke dalam beberapa klaster sektor yang sangat spesifik untuk memastikan efektivitas program," katanya dalam kegiatan Ramadan Bersama Komunitas Binaan, Minggu (8/3/2026).

Di sektor pertanian dan produk olahan, terdapat Kelompok Pusaka Mulya di Kokap, Kulon Progo, yang sukses memproduksi gula semut sebagai alternatif gula pasir, serta Jemaah Tani Muhammadiyah (Jatam) yang berbasis di Minggir, Sleman.

Ekspansi gerakan ini juga merambah ke wilayah pesisir melalui Jemaah Nelayan Muhammadiyah (Jalamu) di Gunungkidul. Kelompok ini diproyeksikan menjadi motor konsolidasi kekuatan nelayan di sepanjang pantai selatan Jawa hingga menjangkau wilayah Maluku.

Sementara itu, pada sektor lingkungan, MPM menggandeng komunitas pengolah sampah Martigrow di Piyungan, Bantul, untuk mengelola limbah menjadi nilai ekonomi.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan melalui pemberdayaan difabel. Pendampingan tersebut menyasar Difabel Ngaglik yang kini mengelola bank difabel, Difabel Gading di Gamping, serta komunitas Gerkatin di Yogyakarta yang fokus pada bahasa isyarat.

Pada pilar transportasi dan pariwisata, MPM mendorong penggunaan becak listrik di kawasan Prawirotaman serta optimalisasi desa wisata dan UMKM di Moro-moro, Gunungkidul.

"Selain itu ada Kelompok Difabel, pendampingan diberikan kepada Difabel Ngaglik yang memiliki bank difabel, Difabel Gading di Gamping, serta komunitas Gerkatin [tuli dan isyarat] di Yogyakarta. Klaser transportasi dan pariwisata berupa pengembangan becak listrik di Prawirotaman dan optimalisasi desa wisata serta UMKM di Moro-moro, Gunungkidul," katanya.

M. Nurul Yamin menjelaskan bahwa standarisasi produk menjadi kunci penting agar skala ekonomi binaan bisa naik kelas. Pendampingan dilakukan secara berjenjang, mulai dari level super mikro untuk kebutuhan harian hingga pembentukan lembaga ekonomi formal berbentuk koperasi dengan laba stabil.

"Ada yang skalanya sudah naik menjadi skala ekonomi nasional, bahkan ada yang sudah berskala ekspor seperti tepung lokal di Banjarnegara," ujar Yamin.

Ubah Mustahik Jadi Muzakki

Indikator keberhasilan dari transformasi sosial ini adalah perubahan status penerima manfaat, di mana target akhirnya adalah mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat). Agenda pemberdayaan juga menyentuh masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

"Proses pemberdayaan ini adalah sebuah transformasi yang tidak bisa dalam kurun waktu pendek, tetapi harus berkelanjutan," ujarnya.

Salah satu capaian monumental terlihat di wilayah Papua Komodo, yang mana masyarakatnya telah mengalami transformasi budaya dari pola hidup nomaden menjadi warga yang menetap di perkampungan modern.

Kemandirian ini juga merambah ke aspek tata kelola organisasi, terbukti dengan terpilihnya kepala kampung setempat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (ADESI) se-Kabupaten Sorong. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan Muhammadiyah mampu melahirkan kepemimpinan lokal yang tangguh.

Keberhasilan serupa tampak pada kelompok difabel yang mengelola sektor peternakan dengan hasil produk berkualitas nasional.

"Salah satu indikatornya adalah kalau yang sebelumnya mustahik menjadi muzakki. Hal ini diwujudkan oleh teman-teman difabel yang tidak hanya rutin berzakat melalui Lazismu, tetapi juga memiliki kepedulian sosial seperti memberikan sedekah untuk bencana di Sumatera," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Mojtaba Khamenei Langsung Perintahkan Serangan Rudal ke Israel

Mojtaba Khamenei Langsung Perintahkan Serangan Rudal ke Israel

News
| Senin, 09 Maret 2026, 11:37 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement