Advertisement
Libur Lebaran 2026, Sleman Diprediksi Dikunjungi 250-400 Ribu Orang
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman mulai menyusun proyeksi pergerakan wisatawan menjelang masa libur Idulfitri 1447 Hijriah. Selama periode libur Lebaran 2026, jumlah wisatawan yang datang ke berbagai destinasi di wilayah Bumi Sembada diperkirakan mencapai 250.000 hingga 400.000 orang.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, mengatakan proyeksi tersebut dihitung untuk periode 16 hari, yakni mulai Sabtu (14/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026). Ia memperkirakan mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Sleman masih berasal dari wilayah Pulau Jawa.
Advertisement
Selain jumlah kunjungan, Dispar juga memperkirakan lama tinggal wisatawan atau length of stay selama libur Lebaran akan berada pada kisaran 1,75 hari hingga dua hari. Durasi kunjungan tersebut dinilai akan berpengaruh terhadap tingkat keterisian kamar hotel di wilayah Sleman.
Menurut Kus, tingkat okupansi hotel selama periode libur Lebaran tahun ini diperkirakan berada pada kisaran 45% hingga 60%.
BACA JUGA
Belanja Wisatawan Diprediksi Capai Rp1,5 Juta
Dari sisi ekonomi pariwisata, rata-rata pengeluaran wisatawan selama berlibur di Sleman diperkirakan berada pada kisaran Rp500.000 hingga Rp1.500.000 per orang.
Kus menjelaskan terdapat empat komponen utama yang biasanya menyerap pengeluaran terbesar wisatawan, yaitu biaya akomodasi, konsumsi makanan dan minuman, tiket masuk objek wisata, serta belanja oleh-oleh atau suvenir.
Target Wisatawan Diturunkan
Dispar Sleman juga menurunkan target proyeksi kunjungan wisatawan pada libur Lebaran tahun ini. Pada periode libur Lebaran 2025 lalu, proyeksi pergerakan wisatawan ditetapkan di kisaran 300.000 hingga 500.000 orang.
Namun realisasinya justru melampaui perkiraan dengan tambahan sekitar 50.000 kunjungan wisatawan.
“Kami memang menurunkan target, soalnya kondisi ekonomi juga baru tidak baik-baik saja. Apalagi lebaran kali ini jatuh pada pertengahan bulan,” kata Kus kepada wartawan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, terdapat sejumlah faktor lain yang diperkirakan memengaruhi mobilitas masyarakat selama libur Lebaran tahun ini. Salah satunya adalah jadwal pembayaran gaji yang baru cair sekitar 26 Maret.
Selain itu, kebutuhan pendidikan anak juga menjadi pertimbangan bagi banyak keluarga sehingga mereka cenderung menahan pengeluaran untuk perjalanan wisata.
Kus juga menilai banyaknya hari libur pada Januari 2026 sebelumnya telah cukup menyedot pengeluaran masyarakat, sehingga berpotensi memengaruhi pola belanja dan rencana liburan pada periode Lebaran tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bulog DIY Gencarkan Operasi Pasar dan Distribusi Beras SPHP
- Dampak Konflik Timur Tengah Terasa di JIFFINA 2026 Bantul
- Libur Lebaran Dispar Bantul Tak Tetapkan Target Wisatawan
- Harga Cabai Gunungkidul Turun Saat Puasa, Ayam Masih Rp40.000 per Kg
- Buruh PT Taru Martani Sleman Mogok Kerja 3 Hari, Ini Penyebabnya
Advertisement
Advertisement








