Advertisement
Malam Takbir di Plosokuning Dipusatkan di Masjid Pathok Negoro
Dua orang sedang berbincang di depan Masjid Pathok Negoro Plosokuning, Kalurahan Minomartani, Ngaglik, Sleman, Jumat (20/3/2026).-Andreas Yuda Pramono - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Kegiatan malam takbir di Dusun Plosokuning, Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Sleman, dipusatkan di Masjid Pathok Negoro pada Jumat (20/3/2026) malam. Tradisi ini berbeda dari kebiasaan di sejumlah wilayah lain yang menggelar takbir keliling.
Ketua Remaja Masjid Pathok Negoro, Muhammad Hamdan, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan Salat Isya, dilanjutkan takbir bersama di serambi masjid. Selain itu, panitia juga menyiapkan pembagian zakat serta santap bersama dengan hidangan kambing bagi warga.
Advertisement
“Setiap tahun kami memusatkan kegiatan Idulfitri di sini. Kalau Iduladha biasanya keliling karena waktunya lebih panjang,” kata Hamdan ditemui di Masjid Pathok Negoro, Jumat (20/3/2026).
Ia menyebutkan malam takbir tahun ini diperkirakan diikuti sekitar 500 orang. Sementara itu, pelaksanaan Salat Id pada Sabtu (21/3/2026) diprediksi dihadiri hingga 1.000 jemaah. Untuk menampung jumlah tersebut, area jalan di sekitar masjid akan digunakan.
BACA JUGA
Di sekitar Masjid Pathok Negoro terdapat sembilan musala dan pondok pesantren yang masing-masing memiliki agenda sendiri. Takbir keliling biasanya dilakukan di tingkat musala, sedangkan kegiatan umum dipusatkan di masjid tersebut.
Adapun Masjid Pathok Negoro menaungi tiga dusun, yakni Plosokuning III, IV, dan V. Namun, kegiatan malam takbir juga kerap diikuti warga dari luar Minomartani. Bahkan, perwakilan dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat biasanya turut hadir dalam perayaan tersebut.
Seusai Salat Id, warga memiliki tradisi berziarah ke makam di sisi barat masjid untuk mendoakan leluhur sebelum bersilaturahmi dengan keluarga. Di kompleks makam tersebut terdapat makam Kiai Raden Mustofa, imam pertama Masjid Pathok Negoro yang mendapat gelar Hanafi I dari Kraton.
Selain itu, warga juga melanjutkan tradisi dengan bersilaturahmi ke rumah para sesepuh yang sudah tidak dapat berpergian. Sementara untuk pelaksanaan takbiran, tradisi tabuh bedug tetap dilakukan sebagaimana umumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz di Tengah Blokad
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement




