Advertisement

Penumpang Andong di Malioboro Melonjak, Tarif Ikut Naik

Stefani Yulindriani Ria S. R
Minggu, 22 Maret 2026 - 18:47 WIB
Sugeng Pranyoto
Penumpang Andong di Malioboro Melonjak, Tarif Ikut Naik Suasana Jalan Malioboro saat long weekeng dipadati oleh wisatawan domestik dan mancanegara, Kamis (29/6 - 2023). Harian Jogja/Yosef Leon

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–Momen libur Lebaran membuat kusir andong di kawasan Malioboro kebanjiran berkah. Selama momen tersebut wisatawan yang naik andong naik hingga empat kali lipat dibanding hari biasa.

Ketua Paguyuban Kusir Andong, Purwanto, mengatakan peningkatan signifikan terlihat pada frekuensi perjalanan harian kusir andong di kawasan tersebut. Dia menuturkan pada hari biasa mereka hanya melayani satu rombongan, kini bisa mencapai tiga hingga empat rombongan dalam sehari.

Advertisement

“Ini [kenaikan rombongan penumpang andong] merata hampir ke semua kusir,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Dia menyebut lonjakan mulai terasa sejak Sabtu (21/3/2026) malam atau malam Minggu yang merupakan H+3 Lebaran. Menurutnya, peningkatan ini didominasi wisatawan luar daerah seperti Jakarta dan Bandung yang datang untuk berlibur ke Kota Jogja.

Untuk memon Lebaran, dia bersama kusir andong lain menaikkan tarif. Pihaknya menaikkan tarif Rp50.000 untuk setiap perjalanan.

“Biasanya Rp150.000 menjadi Rp200.000, yang Rp200.000 menjadi Rp250.000, Rp250.000 menjadi Rp300.000. Ini menyesuaikan dengan kondisi kepadatan dan kemacetan di lapangan,” jelasnya.

Dia menuturkan kenaikan tarif tersebut diberlakukan lantaran selama momen Lebaran arus lalu lintas di Jogja cenderung padat. Karena itu, waktu tempuh di setiap rute lebih lama dibanding hari biasa.

Sementara itu, rute perjalanan andong bervariasi, mulai dari rute pendek, menengah hingga jauh di sekitar kawasan Malioboro, seperti melintasi Mirota, Pajeksan, hingga berputar di kawasan Malioboro.

Purwanto menambahkan, kondisi penumpang selama Lebaran tersebut berbanding terbalik dengan situasi selama Ramadan. Menurutnya, penumpang andong cenderung sepi, bahkan nyaris tidak ada sama sekali di beberapa hari.

“Kalau Ramadan sepi sekali, tapi saat Lebaran ini ibaratnya masa panen bagi kami,” ungkapnya.

Meski begitu, menurutnya peningkatan keramaian tahun ini berbeda dibandingkan dengan Lebaran sebelumnya. Hal itu menurutnya karena ada perbedaan Hari H Lebaran di tahun ini. Hal itu menurutnya menyebabkan masyarakat cenderung baru berlibur pada H+3 Lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Prabowo Subianto Ultimatum Lembaga Penegak Hukum untuk Berbenah Diri

Prabowo Subianto Ultimatum Lembaga Penegak Hukum untuk Berbenah Diri

News
| Minggu, 22 Maret 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement