Pembakaran Sampah Ganggu Warga, DPRD Bantul Minta Kesepakatan Dipatuhi
DPRD Bantul menyoroti pembakaran sampah liar di Pleret yang mengganggu warga. Dewan meminta kesepakatan pemindahan dipatuhi.
Kapal-kapal nelayan di Pantai Depok dinaikkan ke tempat lebih tinggi untuk mengantisipasi terjangan gelombang tinggi di laut selatan, beberapa waktu lalu./Dok Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah perahu nelayan dan lapak pedagang di Pantai Depok diterjang gelombang pasang pada Senin (23/3/2026). Perahu dikabarkan rusak dan dagangan porak poranda dalam kejadian itu.
Henri, nelayan setempat mengatakan, gelombang pasang itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Sedikitnya dua sampai tiga perahu nelayan rusak akibat kejadian itu. "Gelombangnya itu ya standar aja, cuman pas air pasang jadi kelihatan besar," katanya.
Hendri menyebutkan, gelombang pasang itu menghantam area sandaran perahu yang juga dipakai warga untuk berjualan. "Warungnya enggak terdampak. Namun perahu ada yang patah penyeimbangnya," katanya.
Alat tangkap nelayan pun tidak ada yang terdampak dalam kejadian itu. Sebab mereka sudah hafal sehingga tidak meninggalkan alat tangkapnya di perahu.
"Hanya dua sampai tiga perahu yang patah penyeimbangnya. Lokasinya di Timur Pantai Depok," ungkapnya.
Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45 Pantai Depok, Sutarlan, membenarkan adanya kejadian gelombang pasang namun datangnya tidak tiba-tiba dan fenomena alam itu merupakan hal yang biasa. "Ya namanya pantai pasti ada gelombang pasangnya dan hari ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat pasang laut berlangsung," ungkapnya.
Menurutnya gelombang pasang juga menerjang lapak dagangan yang berada di pinggir pantai namun demikian pedagang sebenarnya sudah tahu akan adanya gelombang pasang itu.
"Ya pedagang ini nekat saja bangun lapak-lapak di pinggir pantai agar lebih laku dagangannya namun risikonya ya diterjang gelombang pasang, " ujarnya.
Pihaknya sudah mengimbau agar pedagang tidak membangun lapak di pinggir pantai karena lokasi tersebut tempat parkir kapal nelayan yang jumlahnya ratusan. Sayangnya, imbauan itu tak digubris para pedagang dan akhirnya mereka sendiri yang rugi akibat dagangannya diterjang gelombang pasang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul menyoroti pembakaran sampah liar di Pleret yang mengganggu warga. Dewan meminta kesepakatan pemindahan dipatuhi.
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Top Ten News Harianjogja.com Senin 21 September 2026 membahas MBG, kesehatan, sampah, pupuk, harga emas, olahraga hingga KAI.
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Dosen Unisa Yogyakarta mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik untuk luka diabetes. Riset masih tahap praklinis.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak ditangani Bantul hingga Juli 2026. Sebanyak 47 kasus merupakan kekerasan psikis.