Gelombang hingga 4 Meter Mengintai Pantai Selatan DIY, Ini Imbauan BMKG

Newswire
Newswire Minggu, 27 September 2026 17:17 WIB
Gelombang hingga 4 Meter Mengintai Pantai Selatan DIY, Ini Imbauan BMKG

Ilustrasi, seorang nelayan Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul memperbaiki jaring lantaran tak bisa melaut karena gelombang tinggi, Rabu (8/6/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin

Harianjogja.com, JOGJA— Wisatawan yang berencana berkunjung ke pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta meningkatkan kewaspadaan. Stasiun Meteorologi Yogyakarta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang tinggi hingga empat meter berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengimbau wisatawan tidak berenang atau melakukan aktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai selama potensi gelombang tinggi tersebut.

"Wisatawan diimbau tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai serta mematuhi arahan petugas setempat," kata Feriomex dalam keterangan di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, ketinggian gelombang di pantai selatan DIY yang berkisar dua hingga empat meter berdasarkan prakiraan BMKG berpotensi terjadi pada 28-30 September 2026.

Kondisi gelombang tertinggi diprakirakan terjadi pada 28 September. Pada tanggal tersebut, tinggi gelombang laut berpotensi mencapai 2,5-4 meter atau masuk kategori tinggi.

Sementara itu, pada 29 dan 30 September 2026, tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 1,25-2,5 meter atau kategori sedang.

BMKG Minta Masyarakat Perbarui Informasi Cuaca

Feriomex juga meminta masyarakat memperbarui informasi cuaca secara berkala. Informasi tersebut penting bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas di kawasan pantai selatan DIY.

"BMKG juga mengimbau masyarakat memperbaharui informasi cuaca berkala. Dan bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini dengan wilayah yang lebih terperinci, dapat mengakses ke kanal resmi BMKG," katanya.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa masih relatif cukup hangat.

Suhu muka laut di kedua wilayah tersebut terpantau berada pada kisaran 26-29 derajat Celcius. Kondisi itu berkaitan dengan potensi ketersediaan massa uap air di atmosfer yang berada di bawah kondisi normalnya.

"Sehingga potensi ketersediaan massa uap air di atmosfer di bawah kondisi normalnya," katanya.

Selain itu, indeks ENSO di NINO 3,4 tercatat sebesar 2,53 C dan berada dalam kategori El Nino sangat kuat yang mengurangi potensi hujan.

Sementara itu, gelombang atmosfer Rossby ekuatorial terpantau berada di wilayah Jawa. Kondisi atmosfer tersebut turut menjadi bagian dari analisis BMKG terhadap dinamika cuaca dan gelombang di wilayah DIY.

"Terpantau siklon tropis Surigae di Laut Filipina sebelah Timur Filipina dan bibit siklon tropis 92W di wilayah Pesisir Thailand, sehingga pola angin timuran mendominasi di seluruh wilayah Jawa, termasuk DIY," katanya.

Nelayan Bantul Kembali Melaut

Di tengah prakiraan gelombang tinggi tersebut, sejumlah nelayan di pesisir Kabupaten Bantul mulai kembali melaut setelah sekitar sepekan menghentikan aktivitas akibat gelombang tinggi.

Meski kondisi laut kini lebih landai dibandingkan sebelumnya, nelayan tetap diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi yang kembali diperkirakan terjadi di perairan selatan DIY.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bantul, Suyanto, mengatakan kondisi gelombang laut Bantul pada akhir September 2026 sudah kembali lebih tenang.

Kondisi tersebut membuat para nelayan mulai kembali menjalankan aktivitas mencari ikan setelah sebelumnya menghentikan kegiatan melaut.

"Sudah landai, meskipun gelombangnya masih ada tapi tidak setinggi awal dan pertengahan September lalu, teman-teman juga sudah pada melaut," kata Suyanto, Sabtu (26/9/2026).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online