Advertisement
Dishub DIY: Sterilisasi Bus di Titik Nol Ampuh Redam Macet
Ilustrasi tarif parkir / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Uji coba sterilisasi bus di kawasan Titik Nol Kilometer hingga TKP Senopati selama libur Lebaran 2026 dinilai efektif menekan kemacetan. Namun, persoalan parkir liar di kawasan Malioboro masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan.
Advertisement
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan kebijakan pembatasan bus yang melintas di kawasan Titik Nol terbukti mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus menjaga kawasan cagar budaya.
BACA JUGA
“Selama Lebaran ini dilakukan uji coba dengan tidak melewatkan bus di kawasan tersebut,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, keberadaan bus di jalur padat seperti Titik Nol selama ini menjadi salah satu pemicu kemacetan. Pergerakan bus yang besar dan lambat kerap mengganggu kendaraan lain, terutama saat keluar masuk kawasan wisata.
“Kalau ada bus itu sangat padat (crowded), karena saat keluar masih mengganggu arus kendaraan lain,” jelasnya.
Karena itu, Dishub DIY berencana melanjutkan kebijakan sterilisasi bus tersebut, dengan mengalihkan parkir bus ke kawasan TKP Senopati. Langkah ini dinilai efektif untuk memberi ruang lebih bagi kendaraan kecil dan pejalan kaki di pusat kota.
Parkir Liar Jadi Kendala Utama
Meski kebijakan sterilisasi bus dinilai berhasil, Dishub DIY mengakui persoalan parkir liar di kawasan “sirip” Malioboro masih menjadi penyebab utama kemacetan. Parkir di badan jalan yang melanggar aturan membuat ruang lalu lintas menyempit dan menghambat pergerakan kendaraan.
“Kami berharap masyarakat punya komitmen yang sama. Parkir liar ini jelas menjadi salah satu penyebab kemacetan,” tegasnya.
Dishub juga telah melakukan penindakan, termasuk tindakan tegas terhadap kendaraan yang melanggar. Namun, penertiban kerap terkendala karena juru parkir liar sering meninggalkan lokasi saat petugas datang.
“Kasihan wisatawan, sudah membayar parkir tapi ternyata itu tidak sesuai aturan,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh area dengan marka biku-biku di kawasan Malioboro dilarang keras untuk parkir, namun masih banyak yang mengabaikan aturan tersebut.
Lonjakan Wisatawan dan Dampak Lalu Lintas
Selama libur Lebaran 2026, jumlah wisatawan yang masuk DIY mencapai 8,3 juta orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 6 juta orang. Di sisi lain, kehadiran tol fungsional Purwomartani turut membantu mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di jalur utama seperti Prambanan.
“Memang ada perlambatan karena jalan baru dan gratis, sehingga banyak yang mencoba. Tapi secara umum lalu lintas tetap lebih lancar,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
Advertisement
Advertisement








