Advertisement
Dukung Kemandirian, Difabel Diberi Pelatihan Kelola Uang Usaha
Difabel diberikan pelatihan pemberdayaan. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Upaya memperkuat kemandirian ekonomi difabel di Sleman terus digencarkan melalui pendampingan langsung di tingkat komunitas. Kali ini, pelaku usaha difabel mulai dibekali kemampuan mengelola keuangan secara lebih terstruktur agar usaha mereka tidak lagi berjalan tanpa arah.
Program tersebut digelar tim dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Tambakrejo, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Minggu (15/3/2026). Kegiatan berlangsung di kediaman salah satu anggota koperasi, Cempluk Ning, dan diikuti anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Akses Kemandirian Difabel.
Advertisement
Salah satu persoalan utama yang dihadapi pelaku usaha mikro difabel adalah belum adanya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha. Kondisi ini membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui apakah bisnis yang dijalankan benar-benar menghasilkan keuntungan.
Dosen Akuntansi UAD, Rintan Nuzul Ainy, menjelaskan pentingnya pemisahan arus kas sebagai langkah dasar agar usaha dapat berkembang secara sehat. Dengan pencatatan yang rapi, pelaku usaha dapat membaca kondisi keuangan secara lebih akurat.
Selain itu, peserta juga diajarkan teknik pencatatan transaksi sederhana hingga cara memahami laporan laba rugi. Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah pola pengambilan keputusan dari sekadar intuisi menjadi berbasis data.
Tak hanya aspek keuangan, materi pelatihan juga menyoroti pentingnya manajemen usaha. Dosen Manajemen UAD, Bagus Gumelar, mendorong peserta memiliki visi jangka panjang agar usaha tidak stagnan.
Menurutnya, perencanaan bisnis menjadi kunci agar pelaku usaha mampu mengembangkan usaha secara bertahap dengan target yang realistis.
Ketua KSP Bangun Akses Kemandirian Difabel, Kurniati Khasanah, menilai pendampingan tersebut sangat membantu anggota koperasi yang selama ini minim akses terhadap pelatihan manajemen.
“Pelatihan ini sangat berarti bagi anggota kami. Pengetahuan manajemen dan keuangan menjadi bekal penting agar usaha anggota dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat multi-tahun yang telah memasuki tahun kedua. UAD menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan berkelanjutan, tidak hanya sebatas pelatihan sesaat.
Melalui pendekatan intensif, anggota koperasi diharapkan mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang lebih profesional, tangguh, serta memiliki daya saing di pasar lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
Advertisement
Advertisement








