Cahya Supriadi Perkuat Timnas Indonesia, PSIM Jogja Dukung Penuh
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 usai menerima surat dari PSSI.
Krisis energi global dorong Indonesia percepat transisi energi terbarukan, pelajar mulai dikenalkan sejak dini. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Krisis energi fosil yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi sinyal kuat bagi Indonesia untuk segera mempercepat transisi ke energi terbarukan (renewable energy). Isu itu dibahas dalam diskusi melibatkan ratusan pelajar Global Darussalam Academy dalam Expert Forum, Sabtu (4/4/2026)
Pakar Sustainable Energy, Abram Perdana, menegaskan bahwa kesiapan sistem energi yang tangguh (resilient) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga daya saing bangsa. Dunia saat ini sedang mengalami pergeseran masif. Berdasarkan data tahun lalu, sekitar 90% dari total daya energi baru yang terpasang di dunia berasal dari sumber energi terbarukan.
"Renewable energy sekarang sudah menjadi pemain utama, bukan lagi figuran. Kita bicara angka 700.000 megawatt daya terpasang di dunia berasal dari sektor ini," ujar Abram, Sabtu (4/4/2026)
Menurut lulusan doktoral dari Swedia ini, Indonesia perlu mewaspadai fenomena climate politics. Negara-negara maju kini mulai menerapkan standar ketat yang mewajibkan industri berbasis energi bersih sebagai syarat investasi dan perdagangan internasional.
"Jika kita tidak menseriusi kebijakan energi terbarukan, kita akan ditindas oleh politik iklim. Investor akan melihat apakah operasional industri kita memiliki komponen energi terbarukan yang tinggi. Beberapa bahkan sudah mensyaratkan 100 persen," tuturnya.
Ia menambahkan, ketergantungan pada fosil membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi pasar internasional. Sebaliknya, energi terbarukan seperti surya dan panas bumi tersedia secara lokal dan tidak bisa "dibawa lari" keluar negeri.
Potensi Melimpah di Khatulistiwa
Terkait potensi, Abraham optimistis Indonesia memiliki modal yang sangat besar. Meskipun pengembangan panas bumi (geothermal) masih tergolong mahal, teknologi energi surya kini semakin murah dan kompetitif secara global.
"Kita berada di garis khatulistiwa. Kalau Inggris yang sering mendung saja bisa mengembangkan energi terbarukan dengan baik, seharusnya Indonesia jauh lebih optimis," tegas mantan dosen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM tersebut.
Di sisi lain, Abraham menekankan pentingnya membangun optimisme dan edukasi bagi generasi muda. Pasalnya, dampak perubahan iklim dan transisi energi ini akan dirasakan langsung oleh mereka di masa depan.
Ia mendorong agar para siswa diberikan paparan (exposure) mengenai gerakan energi terbarukan global agar mereka mampu mengartikulasikan kepentingan lingkungan di masa depan. "Renewable energy adalah masa depan mereka. Kita tidak bisa lagi melakukan bisnis seperti biasa (business as usual) di tengah ancaman perubahan iklim yang sudah nyata," pungkasnya.
Founder Global Darussalam Academy Muhammad Romahurmuziy menilai pentingnya menghadirkan pakar secara langsung untuk diskusi dengan pelajar. Tujuannya agar para pelajar memiliki pemahaman energi sejak dini, sehingga bisa berfikir visioner ke depan.
"Beliau ini pakar sustainable sehingga kami hadirkan di sini dan sangat relevan memberikan insight kepada para siswa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 usai menerima surat dari PSSI.
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga bahan bakar.
Harga emas Antam hari ini, Minggu 26 Juli 2026, masih stagnan. Emas 1 gram bertahan Rp2.612.000, sementara buyback tetap Rp2.352.000.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.