Advertisement
Cuaca Ekstrem Sleman, Longsor hingga Pohon Tumbang di 4 Kapanewon
BPBD Sleman melakukan penanganan pohon tumbang imbas hujan dan angin pada Jumat (10/4/2026). - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kabupaten Sleman pada Jumat (10/4/2026) memicu serangkaian dampak di empat kapanewon. BPBD Sleman mencatat sejumlah kejadian talut longsor dan pohon tumbang, dengan Kapanewon Gamping menjadi wilayah paling banyak terdampak
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menjelaskan hujan sedang hingga lebat yang terjadi menimbulkan sejumlah dampak di Kabupaten Sleman. Peristiwa pohon tumbang, genangan air hingga longsor dilaporkan terjadi di Sleman imbas hujan dan angin yang terjadi.
Advertisement
Hingga pukul 20.00 WIB Jumat malam, dampak hujan dan angin dilaporkan terjadi empat Kapanewon di Kabupaten Sleman. Adapun empat Kapanewon terdampak meliputi Kapanewon Gamping, Kapanewon Mlati, Kapanewon Godean dan Kapanewon Sleman.
Dampak paling banyak dilaporkan terjadi di Kapanewon Gamping. Sebanyak tujuh kejadian dampak hujan dan angin dilaporkan di Kapanewon Gamping. Beberapa kejadian tersebut meliputi dua talut longsor, satu mobil tertimpa atap, tiga rumah warga tergenang, dan satu tanggul jebol akibat banjir.
BACA JUGA
"Di Cokrowijayan RT 1 RW 18 Banyuraden, Gamping, Sleman terdampak banjir akibat tanggul jebol," terang Bambang pada Jumat (10/4/2026) malam.
Di Getas, Tlogoadi, pohon tumbang di sempadan jalan dan menimpa kabel telepon. Sementara di Bolawen, Tlogoadi, Mlati, sebuah pondasi longsor dan mengancam rumah warga.
Adapun di Godean, tercatat kejadian pohon tumbang menimpa rumah. Lalu di Kapanewon Sleman, pohon tumbang melintang di Jl PJKA-Pangukan.
BPBD Kabupaten Sleman telah melakukan langkah asesmen dan penanganan atas sejumlah peristiwa yang terjadi. BPBD Sleman juga segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait serta mendistribusi bantuan darurat. Bambang memastikan tidak ada dampak korban jiwa akibat cuaca ekstrem ini. "Korban jiwa nihil," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Koperasi Desa Merah Putih di DIY Belum Optimal, Ini Kendalanya
- Pelajar Bantul Dikenalkan Pertanian, Siapkan SDM Unggul
- Petugas TPR JJLS Gunungkidul Dicopot Usai Viral Tiket Tak Sesuai
- Banjir Kali Belik Jogja Terulang, Sudetan Disiapkan Mulai Tahun Ini
- Api Muncul di Kolong Jembatan Gondolayu, Ini Dugaan Penyebabnya
Advertisement
Advertisement








