Advertisement

Dua Dekade Gempa Jogja, Ini Peringatan BNPB Soal Mitigasi

Newswire
Kamis, 16 April 2026 - 12:07 WIB
Maya Herawati
Dua Dekade Gempa Jogja, Ini Peringatan BNPB Soal Mitigasi Kerusakan akibat gempa Jogja 2006. - ist - Wikimedia

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Dua puluh tahun setelah gempa besar mengguncang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2006, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai momen ini sebagai pengingat keras bahwa mitigasi bencana tidak boleh lagi ditunda.

BNPB mencatat hingga awal 2026, Indonesia telah mengalami sekitar 700 kejadian bencana, menunjukkan risiko yang terus berulang dan perlu dikelola sejak dini, bukan sekadar ditangani saat darurat.

Advertisement

Untuk memudahkan memahami pesan utama dari momentum ini, berikut poin penting yang disampaikan BNPB:

Pesan Kunci dari 20 Tahun Gempa Yogyakarta

  1. Bencana harus dikelola sejak awal, bukan ditunggu
    Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, menegaskan bencana tidak bisa lagi dipandang sebagai peristiwa yang datang tiba-tiba. Risiko harus diantisipasi melalui mitigasi sejak dini.
  2. Gempa 2006 jadi titik balik kebijakan nasional
    Peristiwa tersebut mendorong lahirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang mengubah pendekatan dari respons darurat menjadi pengurangan risiko.
  3. Indonesia berada di wilayah rawan bencana
    Letak geografis di kawasan cincin api (ring of fire) membuat ancaman gempa, letusan gunung api, hingga banjir dan longsor terus berulang.
  4. DIY jadi contoh pembelajaran nasional
    Wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai sebagai pusat pembelajaran penanggulangan bencana karena kuatnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan relawan.
  5. Perencanaan bencana harus masuk pembangunan daerah
    BNPB mendorong pemerintah daerah mengintegrasikan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) ke dalam dokumen pembangunan agar pembiayaan bencana lebih siap dan tidak memicu dampak ekonomi.
  6. Simulasi evakuasi perlu dilakukan serentak
    Menjelang Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April, masyarakat diimbau melakukan simulasi evakuasi pada pukul 10.00 WIB.

Sebagai konteks, gempa besar di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2006 menjadi salah satu bencana paling berdampak di Indonesia dan memicu perubahan besar dalam sistem penanggulangan bencana nasional.

Raditya juga menekankan pentingnya penguatan literasi, edukasi, serta sistem peringatan dini yang terhubung langsung dengan masyarakat.

“Mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi melakukan simulasi. Di Sleman bisa gunakan skenario erupsi Merapi, di pesisir Bantul bisa gunakan skenario tsunami. Jangan menunggu kejadian baru sibuk merencanakan,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi investasi jangka panjang untuk membangun ketangguhan bangsa menuju Indonesia 2045.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Lowongan untuk Ribuan Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Ini Syaratnya

Lowongan untuk Ribuan Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Ini Syaratnya

News
| Kamis, 16 April 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement