Produksi Nila Dominasi Perikanan Sleman, Minggir Masih Aman
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
Foto ilustrasi restoran. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sektor pariwisata menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman pada triwulan pertama 2026 dengan realisasi 24,22% dari target Rp1,71 triliun hingga Maret.
Kontribusi terbesar berasal dari pajak hotel, restoran, dan hiburan yang melampaui rata-rata capaian pajak daerah sebesar 21,88%, mencerminkan ketahanan aktivitas wisatawan di tengah tekanan ekonomi.
Pajak jasa perhotelan terealisasi 26,52% dari target, disusul pajak makanan-minuman 26,93%, serta pajak kesenian dan hiburan 27,41% yang menunjukkan konsumsi wisatawan tetap terjaga.
Subsektor hiburan bahkan mencatat capaian lebih tinggi dengan olahraga-permainan 46,69%, diskotek-karaoke-SPA 32,05%, dan permainan ketangkasan 31,56%. Tren ini mengindikasikan minat rekreasi masyarakat dan wisatawan terhadap destinasi Sleman terus meningkat.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Abu Bakar mengakui kinerja pajak daerah belum merata di semua sektor. Pajak reklame baru 13,73% dengan reklame berjalan nihil, Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) terendah 1,26%, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 14,76% meski nominalnya besar.
Realisasi pajak daerah keseluruhan baru 21,88% dari target Rp1,31 triliun karena data retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah terpisah, dan PAD lain belum terhimpun.
Pemkab Sleman optimistis mencapai target PAD akhir tahun dengan mengandalkan momentum pariwisata. "Di tengah situasi ekonomi masyarakat belakangan ini, kami optimistis bisa mencapai target," kata Abu Bakar saat dihubungi, Rabu (22/4/2026). Sektor wisata diprediksi tetap menjadi motor penggerak PAD sepanjang 2026.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto mengungkapkan perekonomian masyarakat belum pulih sepenuhnya terlihat dari okupansi hotel Lebaran 2026 rata-rata 70% turun dari 80% tahun sebelumnya.
"Rerata 70 persen untuk okupansi hotel selama libur lebaran. Kalau melihat periode yang sama tahun lalu malah bisa mencapai 80 persen. Artinya kan ada penurunan untuk lebaran kali ini," ujarnya.
Akomodasi tak berizin berharga murah menjadi tantangan serius dengan persentase belanja akomodasi turun menjadi 25,4% pada Lebaran 2026 dari 29,5% tahun lalu.
"Dan terkonfirmasi dari turunnya persentase belanja akomodasi menjadi 25,4 persen pada libur lebaran 2026, dibandingkan dengan persentase belanja akomodasi tahun lalu sebesar 29,5 persen," tambah Kus Endarto. Pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan sektor pariwisata formal melalui pengawasan perizinan dan promosi destinasi unggulan Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.