MK Larang Dana Pendidikan Biayai MBG Mulai 2028, Ini Dampaknya
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
Ilustrasi budaya li terasi membaca buku - ist/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Tanggal 23 April 2026 menyimpan tiga peringatan internasional sekaligus yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan modern. Mulai dari penguatan literasi, aktivitas olahraga, hingga profesi di dunia digital, momentum ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara membaca, bergerak secara fisik, dan berkarya kreatif.
Melawan Arus Informasi dengan Hari Buku Sedunia Salah satu peringatan utama pada hari ini adalah Hari Buku Sedunia yang secara resmi ditetapkan oleh UNESCO. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali minat baca sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali bersifat dangkal.
Buku dinilai tetap memegang peran krusial karena mampu menyajikan pemahaman yang jauh lebih mendalam dibandingkan konsumsi informasi singkat di media sosial. Seusai maraknya tren konsumsi konten instan, momentum ini menjadi ajakan bagi masyarakat untuk kembali membangun kebiasaan membaca sebagai jendela ilmu.
Sejarah Panjang Hari Tenis Meja Sedunia Selain literasi, 23 April juga diperingati sebagai Hari Tenis Meja Sedunia. Olahraga yang telah berkembang sejak ratusan tahun lalu ini kini menempati posisi sebagai salah satu cabang olahraga paling populer di berbagai belahan dunia.
Sejarah tenis meja modern sendiri tidak bisa dilepaskan dari peran James W. Gibb yang memperkenalkan bola seluloid, serta E.C. Goode yang berjasa mengembangkan raket modern pada awal abad ke-20. Kehadiran organisasi International Table Tennis Federation (ITTF) yang berdiri sejak 1926 turut mempercepat perluasan popularitas olahraga ini secara global.
Apresiasi untuk Hari Kreator Internasional Tak kalah menarik, tanggal yang sama juga diperingati sebagai Hari Kreator Internasional. Peringatan ini hadir sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap para kreator konten digital yang kini memegang peran besar dalam penyebaran informasi, hiburan, hingga edukasi di ruang publik.
Fenomena kreator konten sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah manusia. Sejak abad ke-18, tokoh besar seperti Benjamin Franklin telah memanfaatkan konten melalui penerbitan Poor Richard’s Almanack sebagai strategi komunikasi dan bisnis yang visioner.
Di era modern, profesi kreator semakin bertransformasi melalui berbagai platform digital. Meski tampak mudah, menjadi kreator yang relevan tetap menuntut konsistensi tinggi, kreativitas tanpa batas, serta kemampuan membangun hubungan yang sehat dengan audiens secara berkelanjutan.
Perpaduan antara literasi, olahraga, dan kreativitas menjadikan 23 April sebagai momentum refleksi yang utuh. Dari mendalami isi buku, menjaga kebugaran lewat olahraga, hingga berkreasi di dunia digital, ketiganya memiliki peran krusial dalam membentuk kualitas kehidupan yang seimbang di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.