Sekolah Rakyat Kulonprogo Beroperasi Meski Pembangunan Belum Tuntas
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo mendorong percepatan pembangunan museum resmi yang representatif. Hingga saat ini, Kulonprogo menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta yang belum memiliki museum yang bisa diakses publik secara optimal.
Kondisi ini dinilai berpengaruh pada upaya pelestarian sejarah sekaligus edukasi bagi masyarakat. Tanpa ruang pamer yang memadai, berbagai potensi sejarah lokal belum tersaji secara maksimal kepada generasi muda.
Kepala Disbud Kulonprogo, Joko Mursito, menyampaikan bahwa kebutuhan museum menjadi semakin mendesak seiring besarnya potensi sejarah yang dimiliki daerah tersebut.
“Potensi kita sangat besar. Kita punya sejarah Tambang Mangan Kliripan, tokoh legendaris Hadi Sugito, hingga benda-benda cagar budaya di Bulurejo. Kami berharap adanya perhatian lebih, terutama melalui dana keistimewaan, agar museum di Kulonprogo segera terwujud,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Saat ini, embrio museum sebenarnya sudah ada di Kalurahan Bulurejo, di Kapanewon Lendah. Namun, fasilitas tersebut belum berkembang menjadi museum resmi yang representatif dan terbuka luas bagi masyarakat.
Di tengah keterbatasan tersebut, Disbud Kulonprogo tetap berupaya mengenalkan sejarah melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya adalah lomba cerdas cermat museum tingkat kabupaten untuk siswa SMP.
Ajang ini menjadi sarana penting untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap sejarah. Pada 2026, terdapat lima sekolah yang berhasil melaju ke babak final, yakni SMPN 2 Wates, SMPN 1 Galur, SMPN 1 Wates, SMPN 1 Nanggulan, dan SMP IT Ibnu Mas'ud.
“Juara di tingkat kabupaten akan mewakili Kulonprogo di tingkat DIY hingga harapannya bisa sampai nasional,” kata Joko.
Ia menambahkan, lomba ini telah menjadi agenda tahunan sehingga para guru sejarah mulai mempersiapkan siswa sejak awal. Proses seleksi sendiri telah dimulai sejak awal April.
Babak final digelar di Auditorium Taman Budaya Kulonprogo dengan konsep yang dipadukan dengan atraksi budaya. “Karena ini kegiatan kebudayaan, jadi dikemas dengan nuansa budaya yang sangat kental,” jelasnya.
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, menekankan pentingnya pemahaman sejarah bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi masa depan, termasuk menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Selama kompetisi berlangsung harus dengan prinsip menang ojo umuk, kalah ojo ngamuk,” ujarnya.
Dorongan pembangunan museum di Kulonprogo diharapkan tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga solusi jangka panjang dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat pendidikan sejarah bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.