Advertisement
Sultan HB X Dorong Investasi Berkualitas di Selatan Jogja
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat ditemui media di Kompleks Kepatihan, Kamis (24/7/2025). - Harian Jogja/LUS
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Ketimpangan investasi antara wilayah utara dan selatan di DIY kembali menjadi sorotan. Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan perlunya strategi pembangunan yang lebih berimbang, terutama dengan mendorong investasi berkualitas di kawasan selatan.
Hal ini disampaikan Sultan usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) DIY Triwulan I 2026 yang digelar di Kompleks Kepatihan, Kamis (30/4/2026).
Advertisement
Menurut Sultan, selama ini pertumbuhan ekonomi DIY masih terkonsentrasi di wilayah utara seperti Sleman dan Kota Jogja. Sementara kawasan selatan, yang memiliki potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata, belum berkembang optimal.
“Kalau kita tidak dorong, ketimpangan ini akan terus terjadi. Selatan punya potensi, tapi perlu pendekatan yang tepat,” ujarnya.
BACA JUGA
Infrastruktur Jadi Kunci
Sultan menilai, salah satu hambatan utama pengembangan kawasan selatan adalah keterbatasan infrastruktur, terutama konektivitas utara–selatan. Saat ini, akses utama masih bertumpu pada Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menghubungkan wilayah barat–timur.
Padahal, distribusi hasil laut maupun produk lokal membutuhkan jalur logistik yang memadai menuju pusat ekonomi di utara.
“Kita butuh akses jalan yang memungkinkan kendaraan besar bisa mengangkut hasil produksi dari selatan ke utara,” kata Sultan.
Investasi Harus Berbasis Lingkungan
Di sisi lain, Sultan tetap menekankan bahwa investasi yang masuk ke Jogja harus memenuhi prinsip keberlanjutan. Ia menegaskan filosofi hamemayu hayuning bawana menjadi landasan utama pembangunan.
Menurutnya, investasi yang berpotensi merusak lingkungan atau menimbulkan pencemaran tidak akan diterima.
“Lebih baik tidak ada investasi daripada merusak alam Jogja,” tegasnya.
Data Ekonomi dan Tantangan
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengungkapkan ekonomi DIY menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 mencapai 5,49% (year-on-year).
Meski demikian, ia mengakui ketimpangan wilayah masih menjadi tantangan serius. Kawasan selatan menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan air bersih di wilayah karst hingga risiko bencana pesisir.
Arah Investasi Baru
Pemda DIY kini mengarahkan investasi ke sektor yang sesuai karakter wilayah selatan, seperti pariwisata berkelanjutan, industri pengolahan hasil laut, hingga pertanian modern.
Kebijakan ini selaras dengan visi pembangunan daerah berbasis ekonomi hijau dan biru serta integrasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dengan strategi tersebut, kawasan selatan diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan baru tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fakta Baru! Sopir Taksi Listrik Baru 3 Hari Kerja Saat Kecelakaan
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- MayDay 2026, Bupati Sleman Gelar Dialog dengan Serikat Buruh
- Daftar KA Tambahan Jogja untuk Libur Panjang Mei, Cek di Sini
- Update Puting Beliung Sleman Rusak 20 Titik, Ngaglik Terparah
- Layanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Bertahap Mulai 30 April 2026
- Sultan HB X: Investor Wajib Jaga Alam Jogja, Jangan Merusak
Advertisement
Advertisement







