Satpol PP DIY Data 72 Geng Sekolah, 15 Masuk Kategori Rawan
Satpol PP DIY mencatat 72 geng sekolah tersebar di DIY, dengan 15 di antaranya masuk kategori rawan. Sebanyak 14 titik rawan juga dipetakan untuk pencegahan kej
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) DIY Triwulan I Tahun 2026. (dok istimewa)
Harianjogja.com, JOGJA— Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan setiap investor yang berminat masuk ke DIY wajib mengutamakan lingkungan. Hal ini sejalan dengan konteks hamemayu hayuning bawana, di mana alam Jogja tidak boleh dirusak.
Menurutnya, keselamatan alam bergantung pada kebijakan manusia, sehingga jangan sampai merusaknya. Sultan mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berkomitmen menjaga lingkungan, sehingga investasi yang berpotensi merusak atau mencemari alam sebaiknya tidak masuk ke Jogja.
Sri Sultan mengatakan, DIY harus tetap menjaga alamnya agar tidak rusak oleh perilaku manusia. Menurut Sri Sultan, kerusakan lingkungan mayoritas terjadi karena ulah manusia, jika sampai rusak alam bisa 'membalas’ dengan mendatangkan bencana.
"Jadi bagaimana kita menjaga alam ciptaan-Nya, bagaimana kita bisa bijak mengelolanya," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) DIY Triwulan I Tahun 2026 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Kamis, (30/4/2026)
Sri Sultan mengungkapkan, terkait investasi di kawasan selatan, persoalan yang terjadi bukan terbatas, tapi keterbatasan. Ia mencontohkan untuk memasarkan produk dari laut, dibutuhkan infrastruktur, termasuk jalan. Sri Sultan menjelaskan, saat ini akses yang tersedia Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), sementara nantinya jalan tol hanya menghubungkan dari barat ke timur atau sebaliknya.
Disebutkan bahwa diperlukan jalan dari selatan ke utara atau sebaliknya, sebab jika tidak ada produk-produk laut tidak bisa keluar. Dan kualifikasi jalannya juga harus setara untuk dilewati kendaraan besar.
"Kalau status jalannya hanya jalan desa atau jalan kabupaten, nanti papasan saja tidak bisa," jelasnya.
Lebih lanjut Sri Sultan mengatakan, tema "Investasi yang Berkelanjutan di Kawasan Selatan" dalam Rakordal Triwulan I 2026 sejalan dengan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY 2022-2027, mewujudkan Pancamulia masyarakat Jogja melalui reformasi kalurahan, pemberdayaan kawasan selatan, serta pembangunan budaya inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Sultan mengatakan kawasan selatan DIY menyimpan banyak potensi besar, mulai dari kelautan, pariwisata, hingga UMKM. Namun, kata Sultan, kawasan ini masih menghadapi tantangan struktural berupa ketimpangan ekonomi, kemiskinan, belum optimalnya pemanfaatan potensi pesisir keterbatasan mobilitas, hingga rendahnya minat penanaman modal dan kerentanan terhadap bencana.
"Karena itu, kawasan selatan sebagai motor pertumbuhan baru, perlu dilakukan melalui optimalisasi potensi dan penanaman modal yang selaras dengan pendekatan ekonomi biru dan ekonomi hijau," lanjutnya.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan ketimpangan investasi di utara dan selatan bukan sebuah kebetulan geografis, melainkan hasil dari interaksi kompleks antara faktor historis, keterbatasan bio-geofisik, dan keunikan sistem agraria.
Menurutnya wilayah utara (Sleman dan Kota Jogja) telah mengunci keuntungan aglomerasi melalui keunggulan modal manusia dan infrastruktur pendidikan yang mapan. Sementara wilayah selatan (Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul) harus berhadapan dengan biaya operasional tinggi akibat pemenuhan izin dasar di sisi lingkungan dan keruangan, masalah air bersih di kawasan karst dan risiko bencana pesisir.
Oleh karena itu, kata Made, investasi di masa depan harus diarahkan pada sektor-sektor yang selaras dengan karakteristik lokal wilayah selatan, seperti pariwisata berkelanjutan di kawasan Geopark, industri pengolahan hasil laut atau pertanian modern di selatan.
"Perluasan mindset investasi kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun perlu dilakukan, karena investasi merupakan tanggungjawab bersama semua pihak," jelasnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP DIY mencatat 72 geng sekolah tersebar di DIY, dengan 15 di antaranya masuk kategori rawan. Sebanyak 14 titik rawan juga dipetakan untuk pencegahan kej
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 16 Juni 2026 lengkap reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Tugu Jogja–YIA terbaru.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Selasa 16 Juni 2026 lengkap, cek jam berangkat dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Cuaca Jogja hari ini Selasa 16 Juni 2026 cerah, suhu hingga 31°C. BMKG ingatkan potensi udara kabur pagi dan malam.
Komisi D DPRD DIY mendorong pergeseran anggaran kajian renovasi Stadion Mandala Krida dengan mengalihkan dana penyusunan detail engineering design (DED) ke kaji
Penumpang kereta api di Daop 6 Yogyakarta melonjak 54 persen menjelang libur Tahun Baru Islam. KAI menambah tiga perjalanan kereta untuk mengakomodasi lonjakan.