GAS Fest 2026 Hadirkan Panggung Lintas Genre, Dihadiri Ribuan Penonton

Anisatul Umah
Anisatul Umah Minggu, 19 Juli 2026 19:47 WIB
GAS Fest 2026 Hadirkan Panggung Lintas Genre, Dihadiri Ribuan Penonton

Glow And Svara (GAS Fest) 2026 di Stadion Mandala Krida, Sabtu malam (18/7/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Glow And Svara (GAS Fest) 2026 menghadirkan pengalaman konser berbeda dengan menggabungkan berbagai genre musik dalam satu panggung di Stadion Mandala Krida, Sabtu (18/7/2026) malam. Mulai dari ska, EDM, pop hingga koplo tampil bergantian menghibur penonton melalui penampilan TIPE-X, Dipha Barus x KC Jones, Aftershine, Mr. Jono & Joni, Mentik Wangi, serta GEVEN.

Sejak menjelang senja, kawasan Stadion Mandala Krida mulai dipenuhi penonton dari berbagai daerah. Mereka menikmati setiap penampilan dengan bernyanyi bersama, berjoget, hingga mengabadikan momen menggunakan telepon genggam.

Niken dan Warti, dua penonton asal Jogja, mengaku sudah mengamankan tiket jauh sebelum seluruh daftar penampil diumumkan. Mereka mengaku tertarik datang karena ingin menyaksikan aksi TIPE-X dan Aftershine secara langsung.

"Saya udah pernah nonton TIPE X sebelumnya dan memang suka. Udah jauh-jauh hari beli [tiket]," kata Warti.

Sementara itu, Niken mengaku pengalaman tersebut menjadi konser pertamanya.

"Kalau saya mau nonton TIPE-X dan Aftershine," kata Niken.

Konsep Lintas Genre Jadi Pembeda

Atmosfer konser mulai terasa sejak Mentik Wangi tampil sebagai salah satu penampil pembuka. Grup tersebut menyapa penonton dan menyampaikan apresiasi atas antusiasme yang ditunjukkan sejak awal acara.

"Assalamualaikum terima kasih buat teman-teman yang sudah hadir dan GAS Fest yang sudah manggil Mentik," ucapnya disambut tepuk tangan penonton.

Project Manager Gema Aksata Santara, Andrie Adi Adiansyah, menjelaskan GAS Fest dirancang sebagai festival musik yang tidak terpaku pada satu jenis musik saja.

Menurutnya, konsep cross-genre dipilih agar penonton dapat menikmati ragam warna musik dalam satu rangkaian acara, mulai dari EDM, DJ, ska, koplo hingga pop.

"Ini yang pertama, insyaallah nanti akan rutin tiap tahun ada," paparnya ditemui di sela-sela acara.

Ia menambahkan, penyelenggara masih membuka peluang menghadirkan genre lain pada penyelenggaraan berikutnya, termasuk musik rock.

Sambutan Positif dari Penonton

Meski baru pertama kali digelar, GAS Fest disebut mendapat respons positif dari masyarakat. Andrie menilai keberagaman genre justru menjadi kekuatan utama karena setiap musisi memiliki basis penggemar yang berbeda sehingga saling mendukung promosi festival.

Ia juga mengungkapkan penjualan tiket mengalami peningkatan menjelang hari pelaksanaan, sementara tiket on the spot (OTS) tetap disediakan bagi masyarakat yang ingin membeli langsung di lokasi.

"Penjualan tiket seperti biasa ya di akhir-akhir event naik, kami juga sediakan tiket OTS," paparnya.

Bidik Penonton dari Berbagai Generasi

Project Director Gema Aksata Santara, Kurniawan Tri Widianto, mengatakan GAS Fest dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok usia, terutama kalangan milenial, melalui kombinasi genre musik yang beragam.

Menurutnya, festival ini memberi kesempatan kepada penonton untuk menikmati pengalaman berbeda dari setiap genre, termasuk merasakan atmosfer musik elektronik ketika dipentaskan di ruang terbuka.

"Lebih untuk orang itu melihat, oh kalau EDM outdoor itu nuansanya seperti ini. Oh Ska itu seperti ini," ujarnya.

Sementara itu, Director Finance Gema Aksata Santara, Fendy Gusta Andriyanto, menjelaskan pemilihan musisi dan harga tiket dilakukan berdasarkan pemetaan karakter calon penonton.

Ia menyebut GAS Fest berupaya menjangkau berbagai segmen, mulai dari penggemar TIPE-X yang didominasi penonton dewasa hingga penikmat genre lain dengan daya beli yang beragam.

"Kami menentukan harga tiket berdasarkan kemampuan beli para penonton," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online