PGSD UPI Edukasi Literasi Sejak Dini di Pengasih Kulonprogo
PGSD UPI Kampus Purwakarta menggelar pengabdian masyarakat di Kulonprogo dengan memperkuat literasi membaca, finansial, dan lingkungan.
Sejumlah anak-anak peserta gogoh iwak menceburkan diri ke kolam buatan untuk menangkap ikan lele dan belut yang diselenggarakan Dadap Sumilir, Minggu (12/7/2026). Event gogoh iwak sebagai upaya Dadap Sumilir untuk melepas kecanduan gawai pada anak-anak. Harian Jogja/Khairul Ma'arif .
Harianjogja.com, KULONPROGO—Puluhan anak memadati area persawahan di Dadap Sumilir, Girimulyo, Kulonprogo, untuk mengikuti Gogoh Iwak Ceria 2026, Minggu (12/7/2026). Festival menangkap ikan yang digelar saat libur sekolah ini menjadi upaya menghadirkan aktivitas luar ruang yang menyenangkan sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.
Area sawah yang mengering akibat musim kemarau disulap menjadi kolam lumpur sementara dengan bantuan terpal dan pasokan air berkala. Suasana pun berubah menjadi arena bermain yang dipenuhi tawa anak-anak saat berburu ikan menggunakan tangan kosong.
Libur Sekolah Diisi Aktivitas Fisik
Pengelola Dadap Sumilir, Aji, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin sedikitnya aktivitas fisik anak selama liburan sekolah. Melalui Gogoh Iwak Ceria, anak-anak diajak lebih banyak bergerak sekaligus berinteraksi dengan teman sebaya di alam terbuka.
"Kali ini kita mengadakan event Gogoh Iwak Ceria 2026 untuk mengakomodir hari libur sekolah. Tujuannya jelas, agar anak-anak tidak di rumah terus dan main gadget terus. Di samping itu, kegiatan ini terbukti efektif melatih motorik anak, mengasah kreativitas, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta menanamkan jiwa sportivitas sejak dini," ujar Aji kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, pemanfaatan lahan sawah pascapanen menjadi arena permainan juga memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak yang selama ini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.
Peserta Datang dari Berbagai Daerah
Antusiasme masyarakat terlihat sejak masa pendaftaran dibuka. Dalam waktu sekitar 10 hari, kuota peserta langsung terpenuhi hingga mencapai 80 anak.
Saat pelaksanaan, jumlah peserta yang tercatat secara resmi bahkan melebihi target awal dengan lebih dari 85 anak, belum termasuk peserta yang mendaftar langsung di lokasi.
Tidak hanya berasal dari sekitar Kulonprogo, peserta juga datang dari berbagai daerah seperti Kaliurang, Sleman, dan Bantul.
Panitia membagi perlombaan ke dalam beberapa kelompok usia, mulai 5 tahun hingga maksimal 13 tahun, sehingga setiap anak dapat berkompetisi sesuai kategorinya.
Tebar 1 Kuintal Lele dan Belut
Dalam setiap sesi permainan, panitia memberikan waktu 10 menit bagi peserta untuk menangkap ikan.
"Panitia menerapkan sistem sesi berdurasi masing-masing 10 menit per game. Pada setiap sesi, panitia menyebarkan sekitar 5 hingga 8 kilogram ikan ke dalam kolam lumpur," lanjut Aji.
Selama satu hari pelaksanaan, panitia menyiapkan sekitar 1 kuintal ikan, yang terdiri atas kombinasi ikan lele dan belut.
Peserta Boleh Membawa Pulang Hasil Tangkapan
Untuk mengikuti festival ini, setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp50.000.
Biaya tersebut sudah mencakup pengalaman mengikuti lomba, paket makan, minuman, serta makanan ringan selama kegiatan berlangsung.
"Peserta boleh membawa pulang seluruh hasil tangkapan mereka setelah ditimbang secara resmi di posko panitia," ucap Aji.
Selain membawa pulang ikan hasil tangkapan, peserta juga berkesempatan memperoleh hadiah uang tunai serta berbagai doorprize berupa perlengkapan alat tulis sekolah sebagai bekal menyambut tahun ajaran baru.
Liburan Edukatif Bernuansa Alam
Melalui penyelenggaraan Gogoh Iwak Ceria 2026, Dadap Sumilir berharap permainan tradisional berbasis alam ini dapat terus menjadi alternatif wisata edukatif bagi keluarga selama musim liburan.
Pemanfaatan lahan pertanian pascapanen sekaligus pelestarian tradisi gogoh iwak diharapkan mampu menghadirkan pengalaman bermain yang sehat, mempererat interaksi sosial anak, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PGSD UPI Kampus Purwakarta menggelar pengabdian masyarakat di Kulonprogo dengan memperkuat literasi membaca, finansial, dan lingkungan.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan pertama pukul 05.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengecam ancaman bom di SDN Srengseng saat MPLS karena mencederai hak anak atas rasa aman di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, keberangkatan pertama pukul 05.05 WIB.
KPK menggeledah rumah anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dan menyita barang bukti elektronik terkait penyidikan suap audit Muara Enim.