Siswi SMP Diduga Dicabuli di UKS, Polisi Masih Selidiki
Polisi menyelidiki dugaan pencabulan siswi SMP di ruang UKS di Kota Jogja. Korban dijadwalkan diperiksa pada Rabu (26/8/2026).
Relawan BMR berfoto bersama ambulans yang diserahkan Brajamusti Rantau, beberapa waktu lalu. (Ist/ BMR)
Harianjogja.com, JOGJA— Sebuah ambulans kini menjadi bagian baru dari perjalanan Bala Mataram Rescue (BMR). Komunitas relawan yang tumbuh dari lingkungan suporter PSIM Jogja itu sebelumnya harus menghubungi pemilik ambulans dari lembaga lain setiap kali membutuhkan kendaraan untuk menjalankan misi kemanusiaan.
Kondisi tersebut berubah setelah Brajamusti Rantau menyerahkan satu unit ambulans kepada BMR pada Minggu (23/8/2026). Kendaraan itu menjadi ambulans pertama yang dimiliki komunitas relawan tersebut.
Bagi BMR, kehadiran kendaraan sendiri bukan sekadar tambahan fasilitas. Ambulans tersebut diharapkan membuat respons terhadap kondisi kegawatdaruratan dapat dilakukan lebih cepat, baik dalam kegiatan yang berkaitan dengan suporter maupun ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Humas BMR, Bayu Ramadhan mengatakan sebelum memiliki kendaraan sendiri, relawan harus berkoordinasi dengan pemilik ambulans dari lembaga lain. Biasanya, komunikasi dilakukan sebelum kegiatan berlangsung atau ketika keadaan darurat terjadi.
"Untuk unit ambulans itu memang jauh-jauh sebelumnya kita biasanya jawil yang punya ambulans seperti Lazismu. Dengan adanya ambulans ini tentunya sangat membantu teman-teman," kata Bayu, Jumat (28/8/2026).
Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting karena aktivitas BMR tidak hanya berlangsung ketika PSIM Jogja menjalani pertandingan. Komunitas tersebut juga telah terlibat dalam sejumlah kegiatan yang membutuhkan kesiapsiagaan medis.
BMR memiliki akar yang kuat dari lingkungan suporter PSIM. Komunitas tersebut bermula ketika sejumlah suporter bergabung dalam kegiatan relawan Covid-19, termasuk membantu proses pemakaman jenazah selama pandemi.
Pengalaman itu kemudian mendorong lahirnya gagasan membentuk relawan medis yang secara khusus dapat bergerak di lingkungan suporter PSIM. Dalam perkembangannya, cakupan tugas BMR meluas menjadi kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat.
"Kalau untuk BMR sendiri sebenarnya berawal dari Covid-19. Teman-teman PSIM tergabung dalam relawan Covid-19 dalam penguburan, kemudian kami membentuk relawan khusus medis untuk PSIM," ujar Bayu.
Perjalanan BMR kemudian membawa mereka keluar dari konteks pertandingan sepak bola. Mereka pernah terlibat dalam pengamanan medis saat demonstrasi besar di Polda DIY pada Agustus tahun lalu serta bersiaga dalam sejumlah pertandingan olahraga yang berpotensi membutuhkan penanganan darurat.
Kini, cakupan kesiapsiagaan itu juga diarahkan untuk kondisi kegawatdaruratan yang terjadi di wilayah Jogja, meskipun PSIM sedang tidak bertanding.
"Walaupun PSIM tidak berlaga, ke depannya kita pasti akan bersiaga apabila ada kegawatdaruratan di wilayah Yogyakarta," kata Bayu.
Di tubuh BMR terdapat sekitar 100 anggota. Namun, anggota yang aktif saat ini berkisar 60-70 orang.
Komposisinya pun cukup beragam. Selain relawan umum, BMR memiliki anggota yang bekerja sebagai tenaga kesehatan, mulai dari perawat, dokter hingga terapis.
Latar belakang anggota yang berasal dari berbagai kelompok suporter membuat BMR memilih posisi sebagai komunitas independen. Mereka datang dari lingkungan suporter, termasuk Brajamusti, The Maident atau kelompok lainnya, tetapi identitas kelompok tidak dibawa ketika menjalankan kegiatan kemanusiaan.
"Kita tidak ada di Brajamusti dan tidak ada di Maident. Anggota kita tersebar, tetapi kita ambil posisi netral karena kemanusiaan kan tidak mengenal identitas," ujar Bayu.
Pilihan untuk bersikap netral tersebut menjadi bagian dari cara BMR menjalankan misi kemanusiaannya. Bagi mereka, aktivitas kerelawanan tidak dibatasi oleh identitas kelompok suporter.
Ketua BMR, Purn Tamtama mengatakan komunitas tersebut sejak awal membawa gagasan bahwa sepak bola dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Sepak bola, menurutnya, bukan hanya tentang mendukung tim maupun berkompetisi. Dari lingkungan tersebut, kepedulian sosial juga dapat tumbuh dan diwujudkan dalam aksi nyata.
"Kami mendirikan BMR ini tujuannya hanya satu, yakni sepak bola untuk kemanusiaan, dan malam ini doa-doa kami telah terjawab. Kami berterima kasih atas bantuan ambulans ini," kata Tamtama.
Ambulans yang kini dimiliki BMR merupakan bantuan dari Brajamusti Rantau. Kendaraan tersebut dibeli melalui kontribusi para anggota kelompok suporter tersebut.
Dukungan itu menjadi kelanjutan dari berbagai aktivitas sosial yang sebelumnya pernah dilakukan Brajamusti Rantau.
Ketua Brajamusti Rantau Tri Budi Prasetyo mengatakan kelompoknya pernah menjadi sponsor PSIM pada 2016 dan 2017. Dukungan juga diberikan kepada PSIM U-17 pada 2017.
Kini, bentuk dukungan tersebut diarahkan pada kebutuhan kemanusiaan melalui BMR.
"Dulu kami sempat menjadi sponsor PSIM tahun 2016 dan 2017, lalu sponsor PSIM U-17 tahun 2017. Alhamdulillah tahun ini bisa memberikan bantuan untuk Bala Mataram Rescue, semoga bisa menjadi manfaat untuk semua," ujar Tri.
Gerakan Sosial dari Komunitas Suporter
Founder Brajamusti Rantau dan Soedirman Street Corner (SSC) Addy Kurniawan mengatakan aktivitas sosial ingin terus dikembangkan. Menurutnya, komunitas suporter dapat hadir melalui gerakan yang memberikan manfaat kepada lebih banyak pihak.
"Brajamusti Rantau maupun SSC ingin hadir dengan gerakan-gerakan yang bermanfaat, baik itu kepada PSIM, Brajamusti, maupun masyarakat," tuturnya.
Sebelum memberikan ambulans kepada BMR, Brajamusti Rantau juga telah menjalankan sejumlah kegiatan sosial.
Kegiatan tersebut antara lain pembagian takjil dan buka puasa gratis bersama pelaku UMKM. Ketika pandemi Covid-19 berlangsung, mereka juga pernah menyalurkan bantuan alat pelindung diri.
Presiden Brajamusti RM Satrio Wijayanto menilai bantuan ambulans menjadi gambaran bahwa energi komunitas suporter dapat diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan yang lebih luas.
Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi contoh bagi kelompok suporter lainnya.
"Ini adalah gerak kemanusiaan yang melebihi sekat apapun. Semoga ini menjadi contoh untuk laskar-laskar di bawah DPP Brajamusti agar semakin baik lagi ke depan dalam perjalanannya," ujar Satrio.
Kini, bagi Bala Mataram Rescue, satu unit ambulans itu menandai babak baru perjalanan komunitas. Ketika panggilan kegawatdaruratan datang, BMR tidak lagi selalu harus menunggu kendaraan dari pihak lain untuk bergerak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki dugaan pencabulan siswi SMP di ruang UKS di Kota Jogja. Korban dijadwalkan diperiksa pada Rabu (26/8/2026).
Truk dump terperosok ke parit di Jalan Magelang, Triharjo, Sleman setelah diduga sopir kehilangan konsentrasi. Dua korban yang sempat terjepit berhasil dievakua
Taylor Swift menyumbang Rp887 juta untuk membantu Ashley Taunton, ibu yang tertabrak mobil saat menolong korban kecelakaan di tengah hujan deras.
Sekolah Vokasi (SV) UGM merayakan ulang tahun ke-17 lewat pembukaan rangkaian Dies Natalis pada Sabtu (29/8/2026). Usia ini menjadi momentum Sekolah Vokasi UGM
Cara melacak HP Android yang hilang menggunakan email Gmail melalui Find My Device. Simak langkah-langkah menemukan lokasi HP serta fitur pengamanan yang tersed
Veda Ega Pratama menjalani Q1 Moto3 Aragon 2026 pada Sabtu sore. Pebalap asal Gunungkidul wajib masuk empat besar untuk lolos ke Q2 dan memperbaiki posisi start