DIY Jajaki Kerja Sama dengan Spanyol, Ekraf hingga Pariwisata Dibidik
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Anak flu - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Di tengah temuan tersebut, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dihimpun dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di DIY justru menunjukkan penurunan dalam empat pekan terakhir.
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, mengatakan Influenza A merupakan virus influenza musiman yang beredar di Indonesia sepanjang tahun. Gejala yang muncul umumnya berupa demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.
Menurut Anung, pada kelompok tertentu gejala influenza dapat terasa lebih berat. Karena itu, masyarakat tetap diminta melakukan pencegahan dan menghindari paparan infeksi.
“Berdasarkan pemantauan dari sistem sentinel tersebut, data per 23 September 2026 terdapat 18 kasus Influenza A pada site sentinel ILI/SARI di DIY,” ujar Anung, Rabu petang (23/9/2026).
Anung menjelaskan pemantauan Influenza A dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui sistem sentinel. Sistem tersebut merupakan metode pemantauan berbasis sampel dari fasilitas kesehatan yang ditunjuk untuk melihat tren virus influenza yang beredar di masyarakat, termasuk di DIY.
Pemantauan dilakukan melalui site sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Sentinel ILI dilaksanakan terhadap pasien rawat jalan di puskesmas yang ditunjuk. Sementara itu, sentinel SARI dilakukan terhadap pasien rawat inap di rumah sakit yang menjadi lokasi pemantauan.
Anung mengatakan berdasarkan data yang dimiliki Pemda DIY, belum terdapat peningkatan kasus dari pekan ke pekan, terutama dalam empat pekan terakhir.
“Sedangkan data rutin mingguan dari seluruh Fasyankes di DIY menunjukkan bahwa dalam 4 pekan terakhir mengalami penurunan kasus ISPA di mana 4 pekan terakhir sebelumnya memang ada kenaikan,” jelasnya.
Pemeriksaan influenza di DIY hingga kini juga masih dilakukan secara terbatas melalui fasilitas kesehatan sentinel. Anung mengatakan belum terdapat peningkatan jumlah pemeriksaan.
Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik dan mengutamakan langkah pencegahan penyakit.
Meski belum melihat adanya peningkatan kasus secara mingguan, Dinkes DIY tetap memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Warga diimbau menjaga daya tahan tubuh, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Masyarakat juga diminta menerapkan etika batuk dan bersin. Warga yang sedang mengalami batuk atau pilek dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan.
Saat batuk atau bersin, mulut dapat ditutup menggunakan bagian atas lengan baju atau tisu. Setelah menggunakan tisu, tangan perlu segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir.
“Selain itu juga melakukan upaya pencegahan penularan lainnya ketika sakit,” ujar Anung.
Dinkes DIY juga akan memperkuat edukasi mengenai Influenza A melalui jejaring dan berbagai media. Selain itu, Dinkes DIY berencana menggelar webinar mengenai influenza bersama mitra dengan melibatkan lintas sektor dan membuka kegiatan tersebut untuk masyarakat umum.
Sementara itu, Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Tri Wibawa, mengatakan masyarakat tidak perlu merespons peningkatan temuan Influenza A secara berlebihan, meski mitigasi risiko tetap diperlukan.
Dalam keterangannya yang dimuat UGM pada 20 September 2026, Tri menjelaskan Influenza A(H1N1)pdm09 yang saat ini beredar merupakan turunan virus pandemi H1N1 2009 yang telah mengalami perubahan genetik.
“Temuan influenza A pada bulan Agustus 2026 yang meningkat, tidak perlu ditanggapi berlebihan, meskipun tetap saja perlu disiapkan mitigasi risikonya,” ujar Tri.
Tri menjelaskan influenza umumnya disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Gejalanya dapat berupa demam yang disertai atau tidak disertai menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, nyeri otot atau seluruh tubuh, sakit kepala, hingga kelelahan.
Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko mengalami komplikasi antara lain lansia berusia lebih dari 65 tahun, anak-anak berusia di bawah lima tahun, orang dengan penyakit kronis, serta masyarakat dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun.
Untuk mengurangi risiko penularan, Tri menganjurkan enam langkah, yakni menerapkan pola hidup sehat, menjaga etika batuk dan bersin, rutin mencuci tangan, menghindari kontak erat dengan orang yang sedang mengalami influenza, menggunakan masker ketika sakit, serta melakukan vaksinasi influenza terutama bagi kelompok rentan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat DIY tetap perlu memperhatikan gejala influenza dan menerapkan pencegahan, sementara pemantauan kasus melalui fasilitas kesehatan sentinel terus dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan skema gaji guru di sekolah negeri, termasuk PNS, PPPK, dan non-ASN dalam program pendidikan gratis.
RSUP Dr. Sardjito menghemat biaya operasional hingga 75% setelah menggunakan gas bumi PGN untuk boiler, laundry, sterilisasi, dan dapur.