Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (ketiga dari kiri) saat membuka Seminar Nasional l bertema Menelusuri Jejak Perjuangan dan Pengabdian Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) di Gedung Induk Lantai 3 Parasamya, Bantul, Kamis (29/10/2026)./ Istimewa.dok PWI
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendukung pengusulan almarhum Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional bidang jurnalistik. Dukungan tersebut ditindaklanjuti dengan rencana pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk mengawal proses pengusulan.
Udin merupakan wartawan Harian Bernas di Jogja yang meninggal dunia pada 16 Agustus 1996 setelah dianiaya di depan rumahnya di Bantul. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah kebebasan pers di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Halim saat membuka Seminar Nasional bertema Menelusuri Jejak Perjuangan dan Pengabdian Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) di Gedung Induk Lantai 3 Parasamya, Bantul, Kamis (29/10/2026).
“Perjalanan hidup dan pengabdian almarhum Fuad Muhammad Syafruddin atau yang akrab kita sapa Udin adalah bagian tidak terpisahkan dari sejarah daerah Kabupaten Bantul yang patut dikenang dan diabadikan,” kata Halim.
Menurut dia, keberanian, integritas, kejujuran, dan tanggung jawab Udin dalam menjalankan profesi wartawan merupakan nilai penting yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Dia juga menyebut keterlibatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Udin menjadi pengalaman pertama bagi pemerintah daerah tersebut.
“Saya mengecek ke Pak Asisten dan Kepala Dinas Sosial, ternyata ini pengalaman pertama Pemerintah Kabupaten Bantul terlibat di dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional pada seseorang,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bantul akan membentuk TP2GD tingkat kabupaten. Tim tersebut bertugas meneliti dan mengkaji kelayakan usulan berdasarkan bukti sejarah, jasa perjuangan, serta ketentuan yang berlaku.
Pembentukan tim diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan proses pengusulan berjalan sesuai mekanisme, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat. Halim berharap seminar nasional tersebut menghasilkan rekomendasi konkret dan strategis untuk memperkuat upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Udin.
Dukungan Pemerintah Pusat
Dukungan terhadap pengusulan Udin juga disampaikan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono, melalui sambutan yang disampaikan secara daring. Dia menyatakan dukungan terhadap upaya menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional, dengan tetap memperhatikan persyaratan sejarah dan administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan.
Agus Jabo merujuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang mengatur pemberian gelar kepada seseorang atas jasa dan pengabdian luar biasa kepada bangsa dan negara.
Menurut dia, proses pengusulan perlu dimulai dari tingkat kabupaten atau kota melalui dinas sosial dan pemerintah daerah. Selanjutnya, usulan dikaji oleh TP2GD tingkat kabupaten sebelum diteruskan ke tingkat provinsi dan diajukan kepada Kementerian Sosial untuk pengkajian lebih lanjut.
Setelah melalui tahapan penilaian sesuai ketentuan, usulan akan diproses melalui mekanisme Dewan Gelar sebelum menjadi keputusan Presiden.
Karena itu, Agus Jabo mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan berbagai unsur masyarakat untuk menyiapkan dokumen, literatur, serta bukti pendukung yang diperlukan agar proses pengusulan berjalan terarah. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan administrasi dan kajian sejarah terpenuhi.
Hadirkan Sejumlah Tokoh
Seminar nasional yang diselenggarakan PWI DIY bersama Tim Ad Hoc Udin tersebut diikuti lebih dari 130 peserta secara luring dan daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan, antara lain seniman, budayawan, dosen, guru, wartawan, serta unsur masyarakat lainnya.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN sekaligus sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Najib Azca.
Dua mantan anggota DPRD Bantul periode 1997–1999, Ahmad Subagyo dan Bambang Wahyu Nugroho, turut memaparkan pengalaman mereka saat terlibat dalam panitia khusus (pansus) terkait kasus Udin.
Selain itu, hadir anggota Tim Pencari Fakta (TPF) PWI Udin yang juga merupakan redaktur Liputan Bernas saat Udin bertugas. Seminar dimoderatori Ketua PWI DIY saat Udin gugur, Octo Lampito, yang kemudian memutuskan membentuk TPF PWI Udin.
Melalui seminar tersebut, para peserta diharapkan dapat menghimpun perspektif dan bukti sejarah yang memperkuat pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional bidang jurnalistik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Everton menjadi tim terakhir yang lolos ke perempat final Carabao Cup 2026. Simak daftar delapan tim dan jadwal pertandingan babak delapan besar.
KPK menegaskan penyidikan dugaan korupsi cukai PT Djarum murni penegakan hukum dan diawali penggeledahan untuk mengumpulkan bukti.
Pendataan Perlinsos Digital Kulon Progo baru mencakup 21.919 KK. ASN hingga pamong kalurahan didorong aktif mendata calon penerima bansos.
Penguatan regulasi menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan pengelolaan keuangan haji berjalan secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Saham Alphabet anjlok 12,6 persen setelah laba kuartal III-2026 di bawah ekspektasi. Google Cloud tumbuh 103 persen, tetapi belanja AI menekan arus kas.