Pemkot Jogja Ajukan Tambahan Pengadaan Ruang Terbuka Hijau Senilai Miliaran Rupiah

Ilustrasi Ruang Terbuka Hijau. - JIBI
17 April 2018 18:17 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Menurut survei Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Jogja, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Jogja masih dibawah standar yaitu 20%. Oleh karena itu, untuk memenuhi target RTH sebesar 30% dari total luas Kota Jogja, Pemkot Jogja mengajukan tambahan RTH Privat (RTHP) yakni ruang terbuka hijau milik pribadi untuk dibeli Pemkot Jogja menggunakan APBD Perubahan 2018.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Jogja Hari Setya Wacana mengatakan, nantinya tambahan pengadaan tanah akan digunakan untuk ruang anak dan fasilitas umum.

"Kami mengajukan tambahan pengadaan [pembelian] sebanyak lima RTH Privat dalam APBD-P, total nominal yang diajukan sekitar Rp4 Miliar," kata Hari kepada Harianjogja.com, Selasa (17/4/2018).

Hari mengatakan, beberapa tanah tambahan berlokasi di Pakuncen, Tegalrejo, Umbulharjo dan Jetis. Rata-rata luas tanah yang akan diajukan di APBD-P sebesar 500 meter persegi. Sehingga apabila terealisasi dapat menambah RTH (terdiri dari RTH Privat dan RTH Publik) Kota Jogja sebesar 2.000 meter persegi.

Hari menambahkan RTH Privat yang akan diajukan pembeliannya dalam APBD-P sudah termasuk dalam pemanfaatan ruang terbuka anak untuk memfasilitasi program Kota Layak Anak (KLA).

"Nantinya ruang terbuka itu bisa buat ruang bermain anak dan ruang fasilitas umum, satu kelurahan minimal ada satu ruang terbuka," kata Hari.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Suyana mengatakan, untuk mengejar target pemenuhan RTH di Kota Jogja, pihaknya tengah memproses pengalihan status tanah di bantaran sungai milik Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menuju RTH milik Pemkot Jogja.

"Sekarang sedang proses SK Gubernur. Saya tidak hafal berapa hektare ya, pokoknya sedang proses," kata Suyana.