Konflik Watukodok: Ini Alasan Kades Kemadang Tak Hadiri Mediasi

Salah satu sudut di kawasan Watu Kodok, Gunungkidul. - JIBI/Harian Jogja
19 April 2018 12:20 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Upaya Pemkab Gunungkidul meredakan konflik sengketa lahan antar sesama pengelola wisata Pantai Watu Kodok gagal lagi lantaran sejumlah pihak tidak datang saat mediasi yang sejatinya digelar di ruang rapat 1 Setda Gunungkidul pada Rabu (18/4) siang gagal dilangsungkan. Salah satu pihak yang tidak datang justru dari Kepala Desa Kemadang, Sutama.

Ditanya soal ketidakhadirannya dalam mediasi, Sutama berdalih sibuk lantaran banyak pekerjaan yang menumpuk. “Iya tadi saya tidak bisa datang karena sedang mengurus berkas lomba desa yang rencananya besok sudah dikumpulkan,” ujarnya saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (19/8/2018).

Terkait dengan konflik tersebut Sutama mengatakan berbagai upaya telah pihaknya lakukan. “Sebelumnya kami [pemerintah desa] sudah mempertemukan keduanya, rembuk dan musyawarah, tapi memang belum ada kesepemahaman,” katanya.

Ia menjelaskan konflik antara kedua kelompok tersebut sebenarnya sudah hampir menemui jalan keluar. Tetapi terganjal karena salah satu pihak tidak setuju. “Sebenarnya sudah hampir klir, tapi salah satu kelompok tidak setuju, jadinya masih berlanjut,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui awal mula sengeketa lahan tersebut tatkala seorang warga yang juga pengelola wisata Pantai Watu Kodok bernama Sis Sutejo mengklaim bukit bagian barat jalan ke arah pantai adalah tanah garapan kakek nenek dan orang tuanya. Sementara menurut warga sekitar, bukit tersebut merupakan satu kesatuan Pantai Watu Kodok. Akibatnya konflik antar sesama pengelola Pantai Watu Kodokpun terjadi.