Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Prof Adi Utarini & Friends menggelar konser amal bertajuk Life, Passion & Music di Audiorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma, Sabtu (5/5/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA-Konser amal Prof Adi Utarini & Friends yang bertajuk Life, Passion & Music di Audiorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma, Sabtu (5/5/2018) berjalan sukses.
Kespektakuleran konser tidak hanya membuat pengunjung yang hadir puas, tapi acara yang diselenggarakan untuk Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Yogyakarta juga melebihi ekspektasi.
Hal ini terlihat dari jumlah donasi yang dikumpulkan. Awalnya, panitia hanya menargetkan uang amal sebanyak Rp150 juta. Namun, saat konser sudah berlangsung angka yang terkumpul melebihi dari target dan jumlahnya mencapai Rp309 juta.
Konser amal yang melibatkan sekitar 150 pemusik ini diawali oleh Uut, sapaan akrab Prof Adi Utarini memainkan piano dengan membawakan lagu berjudul Twinkle-Twinkle Little Star.
Kemahiran dalam bermain piano dapat terlihat dalam kepiawaiannya mengiringi berbagai variasi lagu mulai dari yang bergenre pop, langgam, rock, hingga musik seriosa. Ratusan pasang mata yang hadir pun takjub dengan suguhan kolaborasi musik antar lintas generasi ini.
Bagi Uut, bermain musik khususnya piano memiliki banyak arti. Sebab, dengan piano ia mendapatkan banyak pelajaran tentang hidup mulai dari arti belajar, mengerti tentang kegagalan hingga bangkit untuk meraih kesukesan dalam berkarier.
“Saya pernah gagal saat ujian piano di grade lima, tapi dengan kegagalan itu saya belajar untuk bangkit dan memberikan semangat sehingga bisa meraih predikat tertinggi dalam bermain piano,” katanya, Sabtu.
Konser amal Life, Passion and Music merupakan wujud syukur kepada Ilahi dengan semangat ajakan berbagi kepada semua yang membutuhkan uluran tangan dan kasih. Persembahan ini menggambarkan bagaimana musik mengiringi awal karir Uut hingga mencapai gelar prestasi akademik tertinggi. Musik mengekspresikan banyak pesan sebagai ungkapan dalam dinamika kehidupan yang disuguhkan dalam alur cerita lima babak yang melibatkan guru, teman dan keluarga.
Produser Konser Amal Laksono Trisnantoro mengatakan, musik menjadi bagian penting bagi manusia untuk mengekspresikan kegembiraan. Keceriaan musik dapat membuat orang bahagia. Ada yang bahagia karena memiliki kemampuan untuk bisa bermusik. Namun, ada pula yang bahagia bisa menikmati musik.
Menurut dia, ada dua tujuan dalam konser amal ini. Pertama, konser dilakukan sebagai sarana penggalangan dana pelayanan kesehatan, khususnya membantu YKI Yogyakarta untuk membuat rumah singgah. “Kami bersyukur dalam konser malam ini terhimpun dana Rp309 juta dan kesemuanya akan diserahkan ke YKI,” katanya.
Adapun tujuan kedua dari konser merupakan sebuah penghargaan untuk merayakan perjalanan bermusik Uut, seorang dosen senior, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM.
Konser ini juga merupakan perayaan dalam balutan semangat berbagi kepada sesama, syukur terhadap kebersamaan berkerja dan ungkapan terima kasih kepada yang bersangkutan.
“Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada donatur, para sponsor, keluarga yang memberikan dukungan sehingga acara konser dapat berjalan dengan lancar,” kata Ketua Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, FKKMK UGM ini.
Salah seorang penonton konser, Mitrabani mengaku senang dengan konser amal yang digelar oleh Uut dan kawan-kawan. Menurut dia, kesuksesan acara tidak hanya suguhan bermain musik yang ditampilkan, tetapi juga tujuan penyelenggaraan untuk amal.
“Saya puas dan senang dapat berpartisipasi, apalagi jalannya acara sangat sempurna dari mulai saat masuk hingga purna,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.