Petani di Samigaluh Bakal Dilatih Bikin Makanan & Minuman Berbahan Dasar Teh

Ketua Desa Wisata Nglinggo, Teguh Kumoro, menapaki jalan setapak yang dibuat dari kayu di kebun teh Nglinggo, Selasa (24/4 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
07 Mei 2018 13:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo mewacanakan seluruh produk makanan yang dijual kepada wisatawan di Kebun Teh Nglinggo berbahan dasar teh. Untuk mendukung langkah tersebut, DPP Kulonprogo memberi pelatihan pengolahan teh mulai dari hulu sampai hilir kepada kelompok tani.

Kepala Bidang Perkebunan DPP Kulonprogo, Widi Astuti, mengatakan produk-produk yang dimaksud antara lain berbagai minuman teh, nasi goreng teh hijau, manisan kolang-kaling teh hijau, dan makanan ringan yang dipadu dengan bubuk teh. Saat ini, DPP menggelar pelatihan pascapanen dan pengolahan teh kepada petani dengan mendatangkan pelatih dari Bandung, Jawa Barat, untuk memberikan materi soal menu berbahan baku teh hingga pengelolaan kawasan wisata teh. Pemkab juga mengajak petani untuk berkunjung ke Bandung melihat produksi dan pengolahan teh. Studi tersebut juga bertujuan agar petani mengetahui alat yang dibutuhkan hingga teknis pengolahan dan pemasaran.

"Saat ini teh sangrai yang disajikan kepada wisatawan masih sangit, tapi kalau dipadukan dengan buah-buahan, rasa sangitnya hilang. Dengan pelatihan dan kunjungan, nantinya ketika di Kulonprogo ada program pengembangan produksi teh, petani sudah tahu apa yang harus dilakukan," kata Widi, belum lama ini.

Bandung dipilih sebagai lokasi studi karena kebun teh di sana sudah dikelola secara profesional, mulai dari kebun teh untuk teh putih, teh premium hingga teh untuk campuran makanan. Sedangkan, kelemahan pengelolaan dan pengolahan teh di Kulonprogo masih tradisional. Pemetikan teh masih dicampur tak dipisahkan sesuai tingkatan.

Salah seorang petani teh di Samigaluh, Sukohadi, mengatakan saat ini dirinya memproduksi teh pegagan, teh wangi, teh sangit dan teh putih. Teh putih yang merupakan warna asli pucuk teh, diolah dengan cara khusus. Dipetik sebelum matahari bersinar. Dikeringkan tanpa menggunakan panas, melainkan diangin-anginkan saja. Sementara itu, produk lainnya, yaitu teh sangit, diolah menggunakan dua sampai tiga lembar pucuk, dikeringkan dengan teknik yang dinamakan sangan. "Dikeringkan di atas tempayan tanah dan dipanasi api di bawahnya," ujarnya.