Guru Sudah Cukup, Pemkab Bantul Tutup Rekrutmen Honorer
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Warga melintas di kawasan perkebunan jambu yang terletak di Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Senin (26/1/2026). DKPP Bantul tengah mengajukan bantuan bibit jambu dan kakao kepada pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat sektor perkebunan di wilayahnya.
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mengajukan bantuan bibit jambu dan kakao kepada pemerintah pusat guna memperkuat sektor perkebunan sekaligus menambah populasi tanaman bernilai ekonomi di daerah tersebut.
Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya diversifikasi komoditas perkebunan di tengah maraknya alih fungsi lahan, khususnya dari sektor hortikultura ke tanaman pangan.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan pergeseran tersebut masih sejalan dengan kebijakan pemerintah.
“Memang ada fenomena penurunan di hortikultura karena alih fungsi ke tanaman pangan, tetapi itu masih sesuai dengan kebijakan pemerintah,” ujar Joko, Selasa (27/1/2026).
Seiring perubahan tersebut, DKPP Bantul mulai mendorong pengembangan sektor perkebunan yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi serta cocok dengan karakter lahan di wilayah Bantul.
Sebelumnya, DKPP Bantul telah menerima hampir 14.000 bibit kelapa dari pemerintah pusat. Sebagian besar bibit itu diarahkan untuk mendukung kawasan wisata, seiring meningkatnya kebutuhan kelapa muda di destinasi wisata.
Tak berhenti pada komoditas kelapa, DKPP kini mengusulkan tambahan bibit jambu dan kakao yang dinilai menjanjikan, khususnya untuk wilayah selatan Bantul.
“Kakao dan jambu itu ada di daerah-daerah tertentu, seperti wilayah selatan dan kawasan Pantai Selatan (Pansela). Lahan yang ada juga masih memungkinkan untuk dikembangkan,” jelas Joko.
Ia menyebutkan luas lahan potensial yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kakao dan jambu di Bantul mencapai sekitar 100 hektare.
Melalui bantuan bibit dari pemerintah pusat, DKPP berharap populasi kedua tanaman perkebunan tersebut dapat meningkat secara signifikan.
“Yang kami usulkan ini bantuan bibit ke pusat. Jumlahnya nanti menyesuaikan kemampuan pemerintah, tujuannya jelas untuk menambah populasi tanaman perkebunan,” ungkapnya.
DKPP Bantul optimistis penguatan sektor perkebunan dapat menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat, terutama di wilayah selatan yang memiliki karakter lahan kering dan cocok untuk tanaman perkebunan.
Dengan pengembangan yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas petani meningkat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina