Advertisement
Mahasiswa Harus Melek Pariwisata agar Target Wisata DIY 2025 Tercapai
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata DIY Arya Nugrahadi ketika mengisi seminar. - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Pengembangan pariwisata di DIY juga butuh didukung oleh pengetahuan pengelolaan tata ruang. Oleh karena itu penting bagi mahasiswa mengetahui perkembangan pariwisata di DIY.
Dalam memfasilitasi hal tersebut Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Pengembangan Kepariwisataan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat yang juga untuk meramaikan hari jadi ke-11 Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Kota (HMTPWK). Seminar ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa STTNAS, tetapi juga untuk mahasiswa umum.
Advertisement
Dalam seminar tersebut, turut hadir Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata DIY Arya Nugrahadi sebagai pembicara. Arya mengatakan, DIY ditarget menjadi destinasi wisata ternama di ASEAN pada 2025.
"Kita masih punya waktu sekitar delapan tahun lagi. Maka pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus berkolaborasi menjadi satu sistem kuat yang bisa membangun pariwisata kita menjadi lebih baik," kata Arya kepada 150 peserta seminar di Student Center STTNAS, Selasa (8/5/2018).
BACA JUGA
Ketua Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah Kota STTNAS Solikhah Retno Hidayati mengatakan perkembangan pariwisata di DIY akan berdampak pada pengadaan ruang dan aktivitas di dalamnya. "Jadi memang perlu dibahas penggunaan ruangnya [ruang kota]. Pengembangan [pariwisata] dengan pemberdayaan masyarakat juga mahasiswa perlu tahu karena karakter pariwisata DIY itu mayoritas berbasis lokal," kata Solikhah.
Menurutnya, sesuai yang dikatakan Arya, penting bagi mahasiswa jurusan pariwisata dan perencanaan wilayah kota untuk mengetahui bagaimana cara memberdayakan masyarakat untuk kemajuan pariwisata. Sehingga dalam mindset mereka tertanam suatu pemahaman untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan diperlukan perbaikan dalam bidang sosial dan tidak melulu soal bantuan dana.
Solikhah mengatakan, dalam acara tersebut juga ditampilkan empat stan pameran hasil kuliah lapangan mahasiswa STTNAS ke kota-kota tematik. Pameran berupa maket dan poster penelitian diharap dapat memberi edukasi pada tamu umum yang datang ke seminar tersebut.
"Kalau stan ini bukan rangkaian HUT, ini terpisah, memang tujuannya menambah wawasan mahasiswa dari luar," kata Solikhah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement







