Menghormati Ibadah, Pengosongan Lahan NYIA Bisa Mundur Usai Bulan Ramadan

Warga melintas di kawasan pembangunan NYIA di Kecamatan Temon, Kulonoprogo, beberapa waktu lalu. Harian Jogja/Beny Prasetya
16 Mei 2018 09:17 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO- Koordinasi antar pihak terkait perihal pengosongan lahan dan relokasi warga penolak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) belum berlangsung masif.

Asisten II Sekretariat Daerah Kulonprogo, Sukoco mengungkapkan, setelah rapat koordinasi terakhir yang turut menghadirkan Komnas HAM beberapa waktu lalu, belum ada lagi koordinasi serupa antara Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Angkasa Pura I maupun Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia.

Menurut Sukoco, memang idealnya ada rapat lanjutan yang membahas teknis pelaksanaan pengosongan dan relokasi warga. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada kabar terbaru dari AP I untuk melaksanakan rapat kembali.

Sehingga ia memperkirakan, rencana pengosongan lahan itu ditunda hingga Ramadan usai. Pernyataan itu muncul, menyusul adanya niatan AP I dan Pemkab Kulonprogo menghindari agenda  pengosongan dan relokasi warga penolak saat masyarakat menjalankan ibadah puasa Ramadan.

"Saya rasa tidak mungkin [pengosongan lahan] akan dilakukan dalam beberapa hari ini. Tapi belum ditentukan kapan," ujarnya, Selasa (15/5/2018).

Sukoco menambahkan, sebelum pengosongan dilakukan, amat perlu dilakukan rapat koordinasi akhir. Bertujuan mematangkan skema rencana dan menjabarkan detail porsi tugas masing-masing instansi. Karena, agenda tersebut melibatkan beragam unsur, mulai dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Linmas untuk pengamanan kegiatan. Selain itu relawan Tagana dan BPBD untuk relokasi warga dan perabotannya.

"Kami masih menunggu dari AP I kapan mau ada koordinasi lagi," kata dia.

Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA AP I, Kolonel Pnb Agus Pandu Purnama juga belum bisa memberikan informasi lebih jauh mengenai pelaksanaan rapat koordinasi maupun kepastian waktu pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan tersebut. Namun ia menegaskan, seluruh pihak masih membutuhkan waktu untuk melakukan pendekatan kepada warga yang masih bertahan.

"Kesepakatan bersama, untuk melakukan pendekatan yang humanis dan menyiapkan perpindahan warga dengan baik," terangnya, lewat percakapan pesan singkat.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Dharma menyatakan, Polres Kulonprogo bersikap pasif dan baru akan bergerak apabila ada permohonan pengamanan kegiatan dari pelaksana proyek NYIA. Namun hingga kini, belum ada permintaan dari pihak terkait.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia