Advertisement
Pembunuhan Janda Bantul, Polisi Curigai Orang Dekat Korban
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo. - Harian Jogja/ Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL- Kepolisian Resort Bantul masih terus mendalami kasus pembunuhan janda satu anak asal Depok, Gilangrejo, Pandak, Bantul. Polisi sudah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk orang-orang terdekat korban.
"Ada beberapa yang kami curigai," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, Ajun Komisaris Polisi Rudy Prabowo, saat ditemui di Markas Polres Bantul, Kamis (31/5/2018).
Advertisement
Rudy belum bisa mengungkap orang yang dicurigainya sebagai terduga pembunuhan tersebut. Pihaknya masih membutuhkan keterangan saksi lainnya, di antaranya teman-teman kerja korban. "Hari ini fokus [menggali keterangan] ke rekan kerjanya," ujar dia.
Jumiyaty, 33 (bukan 30 tahun seperti tertulis sebelumnya), ditemukan tewas bersimbah darah di persawahan Dusun Cepoko, Trirenggo, Bantul, Rabu (30/5/2018) pagi lalu. Saat ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB, warga Depok, Gilangharjo, Pandak, Bantul itu terdapat beberapa luka di bagian tubuhnya.
BACA JUGA
Hasil outopsi menunjukan luka dibagian kedua lengan, kelopak mata, bibir, pipi luka robek, dan tengkorak hancur. Penyebab kematian diduga karena tulang tengkorak bagian belakang hancur dan pendarahan.
Rudy menduga korban dipukul dengan kayu. Pihaknya sudah mengamankan kayu sepanjang sekitar satu meter yang ada di dekat korban sebagai barang bukti. Kayu tersebut juga terdapat bercak darah. "Luka kepala dimungkinkan karena [pukulan] patahan kayu," jelas dia.
Jumiyaty pergi meninggalkan rumah pada Selasa (28/5/2018) pagi. Dari rumahnya, Jumiyaty pamit untuk berjualan minuman kemasan yang diantar ke warung-warung dan perorangan yang memesan. Saat pergi ia membawa speda motor Honda Scoopy dan telepon selular. Namun kedua benda tersebut tidak ditemukan di sekitar lokasi kejadian pembunuhan.
Jumiyaty selama ini tinggal bersama kedua orang tua dan ketiga adiknya di Depok, Gilangharjo, Pandak. Anak pertama dari pasangan Kumar, 50, dan Suradiyem, 48. Ia pernah meningkah dengan tetangga RT, namun cerai sejak dua tahun lalu. Jumiyaty pergi meninggalkan seorang anak perempuan seusia sekolah SMP.
Kumar mengungkapkan selama ini anak pertamanya itu baik dan tidak pernah neko-neko, "Kalau ada apa-apa selalu ngomong sama ibunya," ucap Kumar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- Aksi Celurit Berujung Kecelakaan di Moyudan, Satu Remaja Diamankan
- Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
- May Day Sleman Meriah, Ada Cukur Gratis untuk Pekerja
- Delegasi WCI Kagum dengan Pura Pakualaman, Diplomasi Budaya Jogja
- Perlintasan KA Tanpa Palang di Kulonprogo Disorot, Ini Masalahnya
Advertisement
Advertisement








