Advertisement
Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi, Status Waspada Belum Dicabut
Gunung Merapi Waspada, Selasa (22/5/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Aktivitas Gunung Merapi secara kasat mata dalam beberapa hari terakhir terkesan landai. Meski begitu, status waspada (level II) gunung ini belum dicabut. Sebab proses magmatik masih berlangsung.
Kepala Seksi Gunung Merapi Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTKG) Jogja Agus Budi Santoso mengatakan lembaganya belum menurunkan status Merapi ke level I atau normal sejak ditingkatkan menjadi waspada atau level II pada 23 Mei lalu.
Advertisement
Dia beralasan aktivitas Merapi hingga kini masih cukup tinggi. Apalagi selama empat tahun terakhir Merapi tidak melakukan aktivitas letusan.
"Letusan freatik terakhir terjadi 20 April 2014. Letusan freatik Merapi kembali terjadi pada 11 Mei 2018, diikuti aktivitas letusan yang intensif pada tanggal 21 dan 24 Mei 2018," jelasnya saat jumpa pers di kantor BPPTKG Jogja, Kamis (31/5/2018).
Menurut Agus, dari segi kegempaan aktivitas Merapi masih cukup tinggi. Gempa Vulkanik Tektonik (VT) tercatat kurang dari satu kali per hari. Adapun embusan tercatat tiga kali perhari, kegempaan multiphase (MP) guguran dan hembusan yang cukup tinggi atau terjadi tiga kali sehari.
"Multiphase merupakan gempa yang mencerminkan proses pergerakan fluida diantara rekahan batuan pada sumber yang dangkal atau dipermukaan," jelasnya.
Untuk gempa embusan tercatat tujuh kali sehari, dan gempa tektonik satu kali sehari. Embusan merupakan rekaman gempa yang mencerminkan proses pelepasan gas dan guguran adalah rekaman gempa yang mencerminkan guguran batuan.
"Produksi gas dan aktivitas pelepasan gas masih terus berlangsung. Magma terus berjalan ke atas. Hanya saja untuk posisinya di mana kami sedang cari," ujar Budi.
Jika dilihat dari seismik realtime secara kumulatif, lanjut Budi, tidak terjadi peningkatan. Begitu juga dengan hasil pengukuran deformasi. "Deformasi menunjukkan deflasi 21-24 Mei ketika terjadi rentetat letusan freatik. Dan saat ini, deflasi ataupun inflasi tidak terjadi," paparnya.
Berdasarkan data pengukuran SO2 dari tanggal 21-30 Mei, BPPTKG menilai kondisi di sekitar Merapi hanya 90 ton per hari. Kondisi tersebut relatif tidak berubah sejak letusan terakhir terjadi pada 24 Mei.
"Saat ini, aktivitas vulkanik masih didominasi pelepasan gas. Ini ditunjukkan dengan aktivitas kegempaan. Oleh karena aktivitas vulkanik masih cukup tinggi maka kami belum mencabut status waspada atau level dua," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bahlil Tambah Peran, Kini Nahkodai Harian Dewan Energi Nasional
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Usai Bantul, Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Cilacap di Laut Selatan
- KDMP Pandowoharjo Gelar RAT Perdana, Target Buka 10 Gerai WARIS
- Motor dan Tas Berisi Senjata Tajam Ditemukan di Pinggir Laut Girisubo
- BMKG Pastikan Gempa Bantul dan Pacitan Berasal dari Sumber Berbeda
- Wabup Kulonprogo Genjot Pendidikan dan Ekonomi demi Tekan Kemiskinan
Advertisement
Advertisement



