Jadwal Lokasi SIM Keliling Sabtu Malam Minggu Kota Jogja
Jadwal SIM Keliling Jogja Sabtu 29 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Direktur the Special Programme for Research and Training in Tropical Diseases World Health Organization (WHO/TDR), John C Reeder meneliti nyamuk berwolbachia./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN- Tim Eliminate Dengue Project (EDP) Pusat Kedokteran Tropis UGM terus berupaya mengumpulkan pasien demam berdarah di Kota Jogja sebagai pembuktian penelitian efektifitas penyebaran nyamuk wolbachia.
Hingga awal Mei 2018, tim baru mendapatkan 1.400 pasien tersangka demam berdarah (DB) yang menjadi objek penelitian. Pembuktian itu baru akan didapatkan pada awal 2020 mendatang.
Peneliti Utama EDP UGM Profesor Adi Utarini mengatakan, penitipan ember berisi nyamuk ber-wolbachia sudah selesai dilakukan pada separuh wilayah Kota Jogja. Saat ini pihaknya sedang melakukan upaya pembuktian efektifitas penyebaran nyamuk dengan melakukan penelitian lanjutan. "Populasi nyamuk sudah tersebar di separuh wilayah Kota Jogja, saat ini dalam fase pembuktian sebagai akhir penelitian ini," ungkapnya di UGM, Jumat (8/6/2018).
Peneliti EDP UGM Riris Andono Ahmad menambahkan, 1.400 pasien tersebut dilakukan screening antara satu hingga empat hari tentang penyebab demam. Ia menarget pada 2018 dapat menyelesaikan sekitar 5.000 pasien kemudian pada 2019 sebanyak 5.000 pasien lagi sehingga total menjadi 10.000 pasien demam.
Hipotesa dari penelitian ini adalah upaya menemukan pada kasus dengue di wilayah yang disebari nyamuk berwolbachia lebih rendah kasusnya dibandingkan dengan wilayah tidak disebari nyamuk.
"Karena baru 1.400 kami belum bisa memberikan kesimpulan, paling tidak awal 2020 baru bisa mendapatkan kesimpulan," ungkap dia.
Adi Utarini menegaskan, berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, tujuh kelurahan di Kota Jogja yang dilepasi nyamuk berwolbachia didapati kasus DB secara konstan sangat rendah selama enam bulan terakhir. Data secara konstan selama enam bulan terakhir itu tidak pernah terjadi pada lima tahun terakhir sebelumnya.
Meski demikian, pihaknya belum bisa menjadikan fakta itu sebagai suatu kesimpulan bahwa menurunnya kasus DB disebabkan adanya nyamuk berwolbachia. "Karena penurunan ini juga terjadi di seluruh DIY bahkan secara nasional. Selain DB, kami dalam penelitian juga mengukur dampaknya terhadap chinkungunya dan zika," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Sabtu 29 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Retribusi Pantai Glagah segera diuji coba secara digital. Wisatawan bisa membayar dengan QRIS, kartu debit, kartu kredit, dan e-money.
Empat chef jaringan Accor berkolaborasi menghadirkan A Taste of Java di The Phoenix Hotel Jogja pada 29–30 Agustus 2026.