Selama Lebaran, Volume Sampah di Sleman Naik 20%

Sejumlah pekerja menaikkan sampah ke truk di Depo Sampah Transferstation, Dusun Tambakboyo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Senin (25/6 - 2018).Harian Jogja/Irwan A.Syambudi
25 Juni 2018 15:15 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Volume sampah di Kabupaten Sleman naik sebesar 20% saat libur Lebaran dibandingkan hari biasa. Per hari rata-rata ada lebih dari 200 meter kubik sampah yang tersebar di 13 depo.

Koordinator Operasional Kendaraan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Muh. Soleh, mengatakan kenaikkan volume sampah terjadi saat libur Lebaran yakni tiga hari sebelum dan sesudah Lebaran. Kenaikan tersebut tercatat dari 13 depo yakni Depo Nologaten; Depo Klebengan; Depo Condongcatur; Depo Nogotirto; Depo Tridadi; Depo Kragilan; Depo Pogung; Depo Kadisoka; Depo Dayu; Depo Sariharjo; Depo Minomartani; Depo Gamping; dan Depo Transferstation Tambakboyo. "Dari 13 depo yang beroperasi rata-rata mengalami kenaikan volume sebesar 20 persen," kata dia, Senin (25/6/2018).

Soleh mencontohkan dari salah satu depo sampah di Dusun Nologaten, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok. Menurutnya, di depo tersebut saat hari biasa volume sampah hanya sekitar 21 meter kubik. Saat libur Lebaran, volume sampah naik menjadi 29 meter kubik. "Khusus sebelum Lebaran kami mencatat total pada tanggal 12, 13, 14 Juni 2018 total ada 78,72 meter kubik [sampah di Depo Nologaten], dan setelah Lebaran yakni 19,20, dan 21 Juni ada 84,9 meter kubik," ujarnya.

Di Depo Nologaten tercatat volume sampah selama Mei ada 589 meter kubik. Di memprediksi selama Juni ini akan terjadi kenaikan menjadi 600 sampai 700 meter kubik. Kenaikan ini menurutnya tidak jauh dengan kenaikan volume sampah yang terjadi saat libur Lebaran pada Juli 2017.

Menurut Soleh, rata-rata pada saat hari biasa satu truk hanya mengangkut satu sampai dua rit sampah di satu depo untuk dibawa ke TPST Piyungan, Bantul. Namun setelah Lebaran, satu truk bisa mengangkut tiga hingga empat rit sampah. Setiap rit rata-rata beratnya sekitar tujuh ton. "Setiap depo volume sampahnya berbeda-beda, seperti di Nologaten karena perkotaan volume sampahnya lebih banyak," kata dia.

Selain di depo, peningkatan volume sampah juga banyak terjadi di area wisata. Dia mencontohkan kawasan wisata Kaliurang yang mengalami kenaikan volume sampah cukup signifikan. Sedangkan di objek wisata Merapi Park, peningkatan volume sampah sampai membuat bak penampungan sampah yang tersedia kelebihan kapasitas.

Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman, Purwo Sasmoyo, mengakui setiap libur Lebaran volume sampah selalu meningkat. Selain sampah rumah tangga yang meningkat, kenaikan juga terjadi di sejumlah fasilitas publik.

"Selama Lebaran produksi sampah tak hanya terpusat di sekitar permukiman, tetapi lebih banyak di tempat-tempat publik seperti tempat wisata. Hal ini terjadi karena banyaknya warga yang mendatangi area publik seperti tempat wisata," kata dia.