Rangsang Jiwa Wirausaha Anak Muda, BPAD DIY Gelar bedah Buku di Desa

Acara bedah buku Berwirausaha Cerdas: Inspirasi bagi Kaum Muda yang digelar BPAD DIY di Balai Desa Sumberagung, Moyudan, Sleman, Kamis (12/7 - 2018).Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
12 Juli 2018 14:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Berwirausaha Cerdas: Inspirasi bagi Kaum Muda di Balai Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Kamis (12/7/2018).

Editor buku Berwirausaha Cerdas: Inspirasi bagi Kaum Muda, Aditya Kurniawan, mengatakan dalam buku tersebut ditekankan dua poin dalam berwirausaha yaitu kreatif dan inovatif. Menurutnya meskipun buku itu menyasar anak muda, tidak menutup kemungkinan selain anak muda ikut membaca dan mempelajarinya.

"Dua kata kunci dari buku ini sebenarnya kreatif dan inovatif dalam berwirausaha. Anak muda harus menembus semua batas agar bisa lebih maju lagi," katanya. Selain itu dalam berwirausaha juga perlu keberanian dalam mengambil risiko.

Anggota Komisi D DPRD DIY, Maksum Amrullah, mengatakan poin penting dari buku tersebut yakni mengajak masyarakat agar bisa cerdas tidak hanya punya modal materi saja dalam berwirausaha. "Judulnya berwirausaha cerdas, simpel tapi mengena," kata Maksum.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini tidak bisa dihindari. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan untuk menangkap peluang dan tidak sekadar ikut-ikutan. "Lihat contohnya Gojek, dengan berpikir cerdas ia sudah bisa meraih kesuksesan dalam berwirausaha," ujar Maksum.

Sekretaris BPAD DIY, Ida Pratiwi, mengatakan tujuan bedah buku yang digelar di sejumlah desa yaitu merangsang budaya baca buku. "Dengan adanya bedah buku di desa diharapkan bisa meningkatkan minat dan budaya masyarakat dalam membaca," katanya, Kamis.

Menurut Ida, untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat desa merupakan tantangan yang sangat berat. "Hasil survei di Indonesia ini masih rendah budaya membaca masyarakat itu, di Jogja saja yang kota pendidikan rendah apalagi di daerah pelosok," ujar Ida.

Ida menyatakan kabupaten yang menjadi tempat bedah buku yang sering diadakan oleh BPAD juga diharapkan bisa mendorong agar setiap desa bisa membangun dan mengembangkan perpustakaan desa. "Nanti di tiap-tiap agenda bedah buku leading sektornya desa," katanya.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia