Advertisement
Antisipasi Penyebaran Penyakit, Lalu Lintas Hewan Kurban Mulai Diawasi
Ilustrasi ternak. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Pertanian (DP3) Sleman meningkatkan pengawasan secara intensif terhadap hewan kurban. Tiga pekan menjelang Iduladha, pengawasan dilakukan pada lalu lintas hewan kurban yang masuk dan keluar dari Sleman.
Kepala DP3 Sleman, Heru Saptono, mengatakan pemantauan hewan kurban dilakukan melalui Pelayanan Terpadu Hewan (Yanduwan) oleh petugas dari pusat kesehatan hewan (puskeswan) di masing-masing kelompok ternak. Hal ini dilakukan karena anggota kelompok biasanya mendatangkan hewan kurban sekitar tiga bulan sebelum Iduladha.
Advertisement
Menurut Heru, banyak di antara kelompok ternak yang mendatangkan sapi atau kambing dari Gunungkidul, atau Klaten, Jawa Tengah. “Lalu lintas hewan kurban kami intensifkan karena beberapa ternak datang dari wilayah lain," kata dia, Minggu (29/7/2018).
Fokus pengawas terhadap lalu lintas hewan kurban adalah terkait dengan kondisi kesehatan hewan. Hal ini untuk memastikan bahwa hewan kurban yang masuk ataupun keluar dari Sleman aman dan bebas penyakit.
Selain itu DP3 juga siap untuk menerjunkan tim yang ada di 14 puskeswan yang ada di Sleman. Petugas melakukan pengecekan dan pengendalian penyakit terhadap ratusan hewan kurban yang ada di masing-masing kelompok ternak. Pemeriksaan di peternakan dinilai penting lantaran selama ini mayoritas hewan kurban berasal dari peternak.
“Tim sudah kami terjunkan sebagai bentuk pengendalian penyakit. Hal yang diperiksa pertama untuk memastikan hati sapi tidak terkena cacing. Jika ada indikasi ke sana, masih ada waktu untuk membersihkan. Karena cacing hati biasanya akan hilang sekitar tiga pekan sejak diberi obat,” katanya
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Sleman, Husein Siswanto, menambahkan jajarannya menyosialisasikan hewan kurban yang aman, sehat, utuh dan halal (Asuh) kepada masyarakat. Sosialisasi ini mulai dari cara pemilihan hewan kurban, penyembelihan hingga proses distribusi. Harapannya daging kurban yang sampai ke masyarakat itu benar-benar layak konsumsi karena hewan yang disembelih sehat, proses penyembelihan sesuai syariat dan dikemas dengan wadah yang tepat. Selain itu DP3 juga melibatkan peran takmir masjid dan penjual hewan kurban untuk mengawasi langsung kualitas hewan kurban. "Untuk itu kami juga berpesan kepada penjual agar benar-benar memperhatikan hewan yang mereka jual. Jangan hanya untuk mencari untung saja, lantas hewan sakit juga tetap diperdagangkan," kata Husein.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
Advertisement
Advertisement









