Jika Sentolo Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Ini 2 Komoditas yang Diandalkan untuk Ekspor

Produksi gula semut di Kokap, Kulonprogo.JIBI/Dokumen
11 Agustus 2018 13:17 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu mengajukan dua komoditas ekspor menyongsong Kawasan Ekonomi Khusus Sentolo. Keduanya yakni kerajinan serat alam dan gula semut.

"Tentu saja keduanya [gula semut dan serat alam] menjadi dua komoditas yang tembus pasar internasional, kami mengajukan itu," ungkap Kepala Bidang Penanaman Modal BPMPT, Robi Ampera, Jumat (10/8/2018).

Adapun kawasan Sentolo yang telah menjadi kawasan Industri, Robi katakan harus dilihat dulu ketentuan dan tujuannya pencangan kawasan ekonomi khusus. Pasalnya kawasan ekonomi khusus yang diinginkan mendahulukan kepentingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bukan industri dan terkait investasi besar. Hal tersebut harus dilihat kembali apakah aturan akan tumpang tindih atau saling bersinergi.

"Ya orientasinya berbeda, kalau memang untuk UMKM harus dilihat apakah bakal menyuburkan UMKM atau tidak, soalnya sudah menjadi kawasan industri," katanya

Adapun ia menyebutkan, KEK yang memiliki terdapat banyak jenis dan harus dilihat seperti tujuannya. UMKM milik masyarakat harus benar-benar menjadi prioritas melihat nanti kebijakan fiskal dan non-fiskal dibantu pemerintah. Ia juga bertanya, UMKM mana yang lebih didahulukan, apakah UMKM dengan kemitraan, murni masyarakat, atau industri.

"Satu kawasan bisa menjadi banyak jenis kawasan khusus, jadi harus dilihat kembali, mau kemana nantinya," ungkapnya.

Setidaknya, Robi berharap dengan adanya KEK, proses perizinan akan dipermudah. Misal terkait pembebasan lahan dan izin penderian akan dipermudah akibat ada KEK tersebut.

"Jadi yang mengelola nanti Pelayanan Terpadu Satu Pintu KEK," ungkapnya.