BPBD Kulonprogo Mulai Kesulitan Sumber Air Bersih

Warga mengambil air dari Sumur Gedhe di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Selasa (10/7 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
12 Agustus 2018 19:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mulai kesulitan menemukan sumber air bersih yang digunakan untuk melayani permintaan dropping warga. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Suhardiyana, menjelaskan saat ini jajarannya harus mencari sumber alternatif sumber air karena BPBD perlu berbagi dengan masyarakat sekitar sumber.

Saat ini, selain mengambil sumber air dari Waduk Sermo, BPBD juga mengambil air dari sumur di Kantor PMI Cabang Kulonprogo, sumber air di Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, serta sumber air di Sendang Kembar, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang. "Dalam sehari jumlah pengambilan air di tiap sumber maksimal hanya dua tangki atau sekitar 10.000 liter. Masyarakat sekitar juga membutuhkan air dari sumber itu,” kata Suhardiyana, Minggu (12/8/2018).

Suhardiyana menambahkan bila mengambil air dari sumber pengolahan air minum di Waduk Sermo, BPBD Kulonprogo hanya bisa mengambil sampai pukul 15.00 WIB, sehingga jajarannya perlu mencari sumber air alternatif dari sumur pantek di Desa Palihan, Kecamatan Temon. "Tapi kondisi seperti sekarang ini tidak sampai mengganggu pelayanan permintaan masyarakat yang kesulitan air bersih," kata dia.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo, Jumantoro, mengatakan persediaan air bersih untuk pelanggan masih mencukupi. Pada saat beban puncak, PDAM membatasi permintaan air yang diambil menggunakan truk tangki. Kendati demikian, tidak ada penurunan produksi air bersih yang diolah PDAM pada musim kemarau kali ini.

Ad Tokopedia