Sleman Jadi Percontohan, Jip Merapi Terapkan KTA dan Barcode
Wisata jip Merapi Sleman kini gunakan barcode dan KTA. Sistem ini tingkatkan keamanan, transparansi, dan layanan wisata.
Sakit flu/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus influenza A subclade K atau superflu belum ditemukan di Kabupaten Sleman hingga awal Januari 2026. Kendati demikian, Dinas Kesehatan Sleman mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjaga kebersihan diri.
Karakteristik penularan superflu serupa dengan influenza musiman, yakni melalui percikan droplet saat batuk, bersin, atau berbicara, serta dari permukaan yang terkontaminasi virus.
Secara klinis, gejala superflu sulit dibedakan dari flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lemas. Oleh karena itu, penerapan PHBS dinilai menjadi kunci utama pencegahan.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan kasus superflu memang sempat ditemukan di Kota Jogja beberapa bulan lalu. Meski berbatasan dengan Bumi Sembada, superflu tidak merebak ke Sleman.
“Kami tetap meminta masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Yuliati dihubungi, Minggu (11/1/2026).
Yuliati mengingatkan masyarakat untuk mengambil hikmah Pandemi Covid-19 dalam hal penerapan PHBS. Perlu untuk mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, mengenakan masker bagi orang sakit, dan menjaga jarak apabila diperlukan.
Virus ini menular melalui percikan droplet saat batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi, sebagaimana karakteristik penularan influenza musiman pada umumnya.
"Maka kami minta jika mau batuk, silakan tutup mulut dengan lengan tangan atau gunakan tissue sekali pakai,” katanya.
Secara klinis, gejala influenza A subclade K tidak dapat dibedakan dari flu musiman biasa, dengan keluhan utama berupa demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan badan lemas.
Selain PHBS, masyarakat bisa meningkatkan imunitas/ daya tahan tubuh dengan makan-minum cukup dilengkapi buah dan sayuran, olahraga/ gerak fisik cukup lima hari setiap pekannya dengan durasi 30 menit per hari.
“Tidak perlu langsung 30 menit, bisa dibagi. Misalnya pagi dan sore masing-masing lima belas menit,” ucapnya.
Dinkes Sleman mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap superflu dengan menjaga kebersihan, etika batuk, serta menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata jip Merapi Sleman kini gunakan barcode dan KTA. Sistem ini tingkatkan keamanan, transparansi, dan layanan wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.