Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ada Pesan Damai dan Kepedulian untuk NTT
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Kegiatan di taman makam pahlawan/Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Sekitar 750 orang dari unsur pejabat di lingkungan pemerintahan di DIY, Forkominda, TNI/Polri, organisasi masyarakat hingga para Pramuka mengikuti apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara, Jogja, Jumat (17/8/2018) dini hari.
Apel kehormatan dan renungan suci (AKRS) tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-73 Republik Indonesia. Upacara dimulai tepat pukul 24.00 WIB. Kegiatan digelar di bawah temaramnya ratusan lilin yang ditanam di sekitar TMP.
Kasie Kepahlawanan, Keperintisan Kejuangan, dan Kesetiakawanan Sosial Dinas Sosial DIY Junaedi menjelaskan kegiatan tersebut digelar untuk mendoakan arwah dan mengenang jasa pahlawan baik yang disemayamkan di TMP itu maupun di lokasi lainnya.
"Kami memberikan doa dan hormat yang sebesar-besarnya kepada para pahlawan atas pengorbanan mereka dalam mengabdi kepada perjuangan demi nusa dan bangsa,” tuturnya, usai melaksanakan kegiatan, Jumat kemarin.
Dia menjelaskan AKRS merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun atau HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yang tahun ini telah berusia 73 tahun. "Ini rutin dilakukan, dalam setahun kami laksanakan AKRS pada Proklamasi Kemerdekaan RI dan ketika peringatan Hari Pahlawan," jelasnya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, para generasi penerus bangsa diharapkan dapat meneladani sikap, semangat, dan pengorbanan yang telah dicontohkan oleh para pahlawan. Apalagi usia NKRI saat ini sudah memasuki 73 tahun. "Para generasi penerus harus mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif bukan negatif. Lebih konsen memikirkan kesejahteraan yang diamanatkan UU. Bukan justru terjebak dalam konflik sehingga tujuan kemerdekaan tidak tercapai," katanya.
Suasana AKRS tahun ini yang dipimpin Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri sebagai Inspektur upacara, berlangsung aman lancar dan khidmat. Dofiri mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan ikhlas dan gugur di medan pertempuran demi merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari tangan penjajah.
Dia berharap agar bangsa Indonesia tidak menodai keikhlasan dan kesucian pengorbanan para pahlawan dalam mengabdikan diri pada perjuangan demi negara dan bangsa. “Penghormatan yang sebesar-besarnya diberikan kepada para pahlawan. Kami berdoa, semoga arwah para pahlawan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa serta mendapat tempat yang sewajarnya,” ujar Dofiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Penutupan HUT ke-81 Jateng di Boyolali dimeriahkan lari 5K, 4.500 kuliner gratis, GPM, UMKM, cek kesehatan, dan hiburan rakyat.
28 penerima bansos di Kulonprogo terindikasi judol. Mayoritas lansia dan gaptek, kalurahan telusuri dugaan aktivitas oleh anggota keluarga.
Seleksi petugas haji 2027 dibuka hingga 31 Agustus. Cek syarat, formasi, jadwal CAT, surat rekomendasi, BPJS, dan link pendaftaran.
BGN meminta mitra melaporkan oknum yang meminta uang untuk operasional SPPG dan menegaskan kepala SPPG wajib hadir sejak pukul 02.00.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.