Kurangi Angka Kecelakaan, Polda DIY Gelorakan Budaya Bersepeda

Ruang tunggu sepeda - JIBI
28 Agustus 2018 13:15 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja, SLEMAN—Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY menggelorakan gerakan Transportasi Sehat Merakyat (TSM) dengan bersepeda, Selasa (28/8/2018). Revitalisasi marka khusus sepeda bakal dilakukan untuk mendukung gerakan ini.

Kegiatan diawali dengan apel pagi di Bundaran UGM sekitar pukul 6.00 WIB dengan diikuti 145 personel kepolisian. Masing-masing personel membawa sepeda dan mengayuhnya menuju beberapa titik yang sudah ditentukan, seperti simpang Galeria Mall, simpang Gramedia, simpang C. Simanjuntak, Tugu, dan Pingit. Pada kesempatan itu, para personel juga membagi-bagikan brosur TSM kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, sepeda yang digunakan dilengkapi dengan tulisan tentang berlalu lintas yang baik seperti tulisan setop pelanggaran setop kecelakaan, sayangi kepala anda dengan menggunakan helm, taati rambu lalu lintas, sopan santun budaya bangsa, dan masih banyak lagi.

Wakil Direktur Ditlantas Polda DIY AKBP Yugonarko menjelaskan TSM gencar disosialisasikan karena gerakan ini ramah lingkungan. "Sepeda membuat sehat jasmani dan rohani serta mengurangi emisi sehingga udara menjadi sehat. Kami mengajak masyarakat di Jogja untuk menggelorakan [TSM] ini," kata Yugonarko kepada awak media, Selasa.

Gerakan ini nantinya bakal menjadi kebiasaan di lingkungan personel Ditlantas Polda DIY setiap Selasa dan Jumat. "Kami pelopori dari personel. Setiap Selasa dan Jumat kami berangkat dari rumah menuju Polda dengan sepeda," katanya.

Namun selama perjalanan menuju Polda DIY, para personel akan berhenti di pos-pos yang sudah ditentukan untuk mengatur lalu lintas di pagi hari.

Yugonarko mengerahkan seluruh satuan lalu lintas di DIY untuk menggelorakan gerakan ini. Gerakan ini juga sudah disosialisasikan kepada anak-anak SD dan SMP. Harapannya dengan bersepeda, anak-anak menjadi sehat dan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. "Tentunya mengurangi kemacetan juga," katanya.

Yugonarko mengakui jika saat ini hak pengguna sepeda di jalan semakin hilang, seperti jalur khusus pesepeda yang diserobot oleh kendaraan bermotor dan markah khusus sepeda yang mulai pudar. "Markah untuk sepeda akan kami revitalisasi. Parkir sepeda di stasiun harapannya juga bisa ditambah. Markah sepeda yang justru dipakai parkir mobil akan kami tindaklanjuti," katanya.

Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda DIY AKBP Yusantyo berharap gerakan ini bisa diikuti instansi lain dan masyarakat pada umumnya. "Ini gerakan yang sehat dan efisiensi bahan bakar," katanya.