Asyik, Perekaman Data E-KTP di Sekolah Segera DIrealiasikan

Ilustrasi KTP elektronik./Harian Jogja - Desi Suryanto
02 September 2018 15:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul segera menindaklanjuti sejumlah pemilih yang belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) lantaran belum memiliki e-KTP.

Ketua KPU Gunungkidul Moh. Zaenuri Ikhsan mengaku akan segera berkoordinasi dengan sekolah untuk melakukan perekaman data e-KTP. “Besok (Rabu, 5/9) kami mengundang semua kepala SMA/SMK/MA untuk koordinasi persiapan perekaman data e-KTP di sekolah masing-masing," kata Zaenuri, Sabtu (1/9/2018).

Dia berharap setidaknya saat waktu pemungutan suara 17 April 2019 mendatang, masyarakat atau pemilih pemula sudah punya e-KTP dan bisa menggunakan hak pilih. Adapun jumlah DPT di KPU Gunungkidul sendiri tercatat ada 597.432 pemilih. Sementara yang belum masuk DPT atau dicoret karena kendala e-KTP ada 6.101.

Selain menyoroti masalah pemilih yang belum memiliki KTP elektronik pihak KPU Gunungkidul juga mempersiapkan untuk penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).

“Penetapan DCT Kamis (20/9). Kami tengah persiapan. Kampanye sendiri dimulai tiga hari setelah penetapan. Kami juga mengimbau ke parpol atau Bacaleg untuk tidak kampanye sebelum waktunya," katanya.

Sebelumnya Komisioner Bidang Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Gunungkidul, Rosita, mengatakan agar pihak KPU Gunungkidul dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Gunungkidul, agar memfasilitasi daftar pemilih yang belum memiliki e-KTP. Selain itu saat pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) juga disinggung masalah calon anggota legislatif yang menyalahi aturan kampanye. "Ya kami akan awasi untuk proses kampanye, termasuk politik uang yang masih rawan," ujarnya.