Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Bupati Gunungkidul, Badingah berbincang dengan salah satu pedagang di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Jumat (8/6/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga kedelai impor di Gunungkidul hingga saat ini masih tinggi. Hal tersebut berpengaruh terhadap penjualan produk olahan berbahan baku kedelai impor, yakni tahu dan tempe.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Yuniarti mengatakan saat ini untuk kedelai impor menyentuh harga Rp8.500 per kilogram. "Kenaikannya sekitar Rp500 dari beberapa minggu lalu. Harga sebelumnya sekitar Rp8.000 per kilogram. Mungkin karena pengaruh dolar kemarin," kata Yuniarti, Senin (17/9/2018).
Untuk mengakali kenaikan harga kedelai impor tersebut para produsen tempe dan tahu biasanya mengurangi ukuran dari tahu dan tempe tersebut. "Kalau harga jualnya itu biasanya sama, hanya saja ukurannya diperkecil dari pantauan kami di pasar," kata dia.
Sementara itu untuk kebutuhan pokok lainnya dirasa masih normal. Di antaranya beras, bawang putih, bawang merah dan beberapa kebutuhan lainnya cenderung tidak ada kenaikan. "Sementara itu untuk cabai saat ini justru turun harganya. Para petani saat ini sudah panen raya, sehingga stoknya melimpah. Harganya menjadi turun," ujar Yuniarti.
Pengusaha salah satu tempat makan di Wonosari, Bayu Prihartanto mengungkapkan kenaikan harga kedelai tersebut cukup dirasakan bagi usahanya. "Beli tempe tahu sekarang terasa kenaikannya. Tempe sekarang ukurannya dikecilkan satunya Rp3.000 tetap kalau beli dari pasar. Untuk tahu dulu Rp1.000 bisa dapat empat sampai lima, sekarang cuma tiga," ujar Bayu.
Dia mengatakan kenaikan harga kedelai impor yang berdampak pada tahu dan tempe tersebut sudah dirasakan sepekan terakhir. Dia berharap dinas terkait untuk mengembangkan kedelai lokal dengan harga yang terjangkau agar pengusaha tahu tempe juga dapat mengandalkan kedelai lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.