Lansia 85 Tahun Hilang di Gunungkidul, Pencarian Belum Berhasil
Lansia 85 tahun di Gunungkidul hilang sejak Senin, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan karst.
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat. /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Sebanyak 1.039 petugas diterjunkan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Gunungkidul. Pendataan yang dimulai sejak pertengahan Juni itu dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 sebagai bagian dari sensus ekonomi serentak di seluruh Indonesia.
Peluncuran Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul dilakukan bersama Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pendataan ekonomi di wilayah Bumi Handayani.
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 secara nasional telah dimulai sejak 15 Juni 2026. Khusus di Gunungkidul, sebanyak 1.039 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan secara langsung kepada masyarakat.
"Total ada 1.039 petugas yang diterjunkan untuk sensus ekonomi di Gunungkidul," kata Endang kepada wartawan, Senin.
Ia menjelaskan, sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali. Hingga kini, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak lima kali sebagai upaya memotret perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kegiatan sensus ekonomi sudah terselenggara lima kali," ujarnya.
Menurut Endang, proses pendataan dilakukan secara door to door dengan mendatangi rumah warga. Untuk menjamin keamanan dan keabsahan pendataan, seluruh petugas dibekali kartu identitas, rompi, serta surat tugas resmi.
Ia mengimbau masyarakat memastikan identitas petugas sebelum memberikan data. Apabila petugas tidak dapat menunjukkan kelengkapan identitas tersebut, warga berhak menolak pendataan hingga petugas melengkapinya.
"Kalau petugas tidak membawa bukti identitas ini, maka warga boleh menolaknya. Kalau ketinggalan diminta mengambil, baru melakukan pendataan," katanya.
Endang menambahkan, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pemerintah dalam pengembangan dunia usaha dan peningkatan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diminta memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.
"Makanya partisipasi dari masyarakat sangat dibutuhkan dan harus dijawab dengan kondisi yang riil karena tidak boleh berbohong saat dilakukan sensus," katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, pendataan tersebut penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.
Ia mengaku telah menerbitkan surat edaran hingga tingkat lurah agar masyarakat turut berpartisipasi menyukseskan sensus. Endah juga berpesan kepada seluruh petugas agar mengedepankan etika saat bertugas di lapangan.
"Saya sudah membuat edaran hingga tingkat lurah agar mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam sensus ekonomi. Bagi petugas, yang terpenting kulo nuwun, saya yakin warga Gunungkidul akan mudah menerimanya," kata Endah, yang akrab disapa Mbak Endah.
Endah juga menanggapi informasi yang beredar di media sosial mengenai ajakan menolak sensus ekonomi dengan alasan berkaitan dengan pajak. Ia menegaskan anggapan tersebut tidak benar karena Sensus Ekonomi 2026 bertujuan mengumpulkan data untuk kepentingan perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan ekonomi.
"Warga jangan terprovokasi karena hasil sensus sangat penting untuk pengambilan kebijakan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan di masyarakat. Jadi, mari berpartisipasi menyukseskan Sensus Ekonomi 2026," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun di Gunungkidul hilang sejak Senin, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan karst.
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY
Seorang nenek di Rongkop, Gunungkidul, tewas diduga saat memadamkan api pembakaran sampah. BPBD mengingatkan bahaya kebakaran lahan
Gempa Venezuela memicu lebih dari 500 gempa susulan. Korban tewas mencapai 1.450 orang, ribuan dirawat, dan 12.000 warga mengungsi.
Ratusan petani muda Magelang mengikuti pelatihan pertanian modern Bayer SATRIA untuk meningkatkan produktivitas, teknologi, dan akses pasar.