DPRD Gunungkidul Soroti Proyek Strategis yang Belum Jalan
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Kondisi kerusakan talut di dekat Jembatan Karanggayam di Desa Sitimulyo, Piyungan, Jumat (13/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Warga Dusun Karanggayam, Segoroyoso, Pleret berharap pembangunan Jembatan Karanggayam bisa direalisasikan. Jembatan yang biasa digunakan untuk beraktivitas warga ini rusak akibat terjangan banjir bandang di Sungai Opak di akhir tahun lalu.
Salah seorang warga Dusun Karanggayam, Basri mengatakan Badai Cempaka yang menerjang wilayah DIY pada akhir tahun lalu mengakibatkan banjir bandang di Sungai Opak. Banjir ini mengakibatkan Jembatan Gantung Karanggayam hanyut diterjang air bah.
Menurut dia, hingga sekarang proses pembangunan ulang jembatan belum juga direalisasikan. Untuk mempermudah aktivitas, warga berinisiatif membangun jembatan darurat yang terbuat dari bilah bambu. “Sebelum ada jembatan darurat, warga yang ingin melintas harus menyeberang menggunakan perahu,” kata Basri kepada wartawan, Kamis (20/9/2018).
Dia berharap pembangunan bisa direalisasikan agar aktivitas warga kembali normal. Terlebih lagi, meski berstatus sebagai jalur alternatif, jalan penghubung Kecamatan Pleret-Imogiri ini menjadi akses utama. “Meski hanya jembatan gantung banyak yang melintas karena jadi jalur alternatif ke wilayah Imogiri,” ucap dia.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Yatin Prapto Utomo. Menurut dia, desakan untuk membangun jembatan baru juga tidak lepas dari janji Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang ingin membuatkan jembatan permanen. “Sultan sempat meninjau Jembatan Gantung Karanggayam dan berjanji akan membangun jembatan baru yang permanen,” kata dia.
Untuk merealisasikan pembangunan, warga sudah berusaha bertanya kepada anggota DPRD DIY dan diketahui Pemerintah DIY sudah mengalokasikan anggaran. Namun demikian, proses pembangunan masih menunggu pembebasan lahan oleh Pemkab Bantul.
Menurut Yatin, upaya pembebasan oleh Pemkab sudah mulai dilakukan. Bahkan, sambung dia, warga telah diundang untuk sosialisasi sebanyak dua kali.
Yatin mengakui sosialisasi tersebut belum memastikan kapan waktu pembebasan dilaksanakan. “Warga masih menunggu dan mudah-mudahan bisa segera kelar dan proses pembangunan jembatan baru dapat diwujudkan,” ucap dia.
Untuk pembebasan lahan warga tidak mempermasalahkan tanahnya dibeli. “Yang paling penting segera dibebaskan dan untuk harganya bisa dikomunikasikan lebih lanjut. Yang jelas, warga tidak keberatan jika tanahnya dibeli untuk membangun jembatan baru,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.