Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jogja Suparjo (kanan) didampingi Kepala Cabang Jasindo Jogja Ibnu Patria Sidik, memberikan santunan kematian kepada keluarga Wiwit TKI yang mengalami kecelakaan kerja di Korea Selatan, Jumat (21/9/2018) di Gedung BP3TKI Jogja. /Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) almarhum Wiwit Sutrisno Putro, 25, warga Jalakan, Triharjo, Bantul menerima santunan, Jumat (21/9/2018). Santunan diberikan oleh Konsorsium Asuransi TKI Jasindo di Gedung BP3TKI Jogja.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jogja Suparjo mengatakan nilai santunan yang diberikan sebesar Rp80 juta. Santunan diberikan langsung oleh Kepala Cabang Jasindo Jogja Ibnu Patria Sidik.
"Kami masih memproses santunan dari perusahaan tempat almarhum kerja di Simpyong, Busan, Korea Selatan. Kami koordinasi dengan KBRI di Korea Selatan, mudah-mudahan segera cair," katanya usai penyerahan santunan kepada keluarga.
Diberitakan Harianjogja.com sebelumnya, Wiwit mengalami kecelakaan kerja pada Rabu (18/7/2018) malam waktu setempat. Wiwit yang bekerja di sebuah perusahaan pengolahan besi tercebur ke dalam rendaman kolam pendingin besi panas. Jenazah Wiwit pun sudah dipulangkan dan dimakamkan di Bantul beberapa hari setelah peristiwa naas tersebut.
Suparjo menjelaskan, keberangkatan Wiwit sebagai TKI sudah sesuai prosedur yang benar sehingga keluarga juga mendapatkan hak atas asuransi kematian yang diberikan oleh Jasindo.
Wiwit sendiri, lanjutnya, berangkat menjadi TKI sejak 2016 melalui program G to G atau Government to Government yang dihandle Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
Dia berharap agar santunan tersebut dapat dimanfaatkan oleh keluarga sesuai dengan pesan almarhum Wiwit. "Almarhum pernah berpesan keberangkatannya sebagai TKI untuk membiayai adiknya kuliah. Kebetulan tahun ini adiknya baru masuk kuliah di UNY," katanya.
BP3TKI, lanjut Suparjo akan terus mengawal perlindungan TKI sejak keberangkatan hingga kembali pulang ke tanah air. Sejak Januari hingga September 2018 berdasarkan data BP3TKI DIY tercatat sebanyak 6.193 orang TKI yang berangkat dari DIY.
"Dari jumlah itu, 645 TKI berasal dari DIY. Kebanyakan mereka berangkat ke Malaysia," kata Suparjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.