BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Batu-batu berelief banyak ditemukan di Dusun Balong, Desa Purwomartani, Kalasan pada Selasa (25/9/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah melakukan penggalian atau ekskavasi, Balai Arkeologi (Balar) DIY mulai menemukan benda-benda yang diduga peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Penggalian dihentikan dan akan dilanjutkan awal tahun depan.
Pihak Balar mulai melakukan penggalian di Dusun Balong Bayen, Desa Purwomartani, Kalasan sejak Sabtu (15/9/2018). Di Dusun Balong Bayen diduga terdapat situs sejarah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.
Ketua Tim Penelitian Balar DIY Baskoro Daru Cahyono mengatakan pada Sabtu (22/9/2018) dan Minggu (23/9/2018) tim menemukan benda-benda bersejarah yang diduga peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Benda-benda tersebut yaitu 67 pecahan gerabah dan 4 pecahan keramik.
"Dengan ditemukannya gerabah dan keramik di tempat tersebut menjadi indikasi pernah ada aktivitas dan kehidupan masyarakat," kata Baskoro pada Selasa (25/9/2018).
Benda-benda tersebut diduga juga merupakan bagian dari candi. Benda ditemukan di kedalaman lima meter. Di awal, pihak Balar bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk menggali sedalam enam meter. Penggalian tersebut ditargetkan hanya sampai 10 hari.
Baskoro mengatakan situs tersebut diduga merupakan pusat Kerajaan Mataram Kuno karena letaknya berada di tengah-tengah empat situs yang sudah ada yaitu Candi Sambisari, Candi Kedulan, Candi Bromonilan, dan situs Dhuri. "Selain itu, di Dusun Balong Bayen ini juga letaknya di antara Kali Kuning dan Kali Opak dari Gunung Merapi," ujar Baskoro.
Sementara itu Peneliti dari Balar Nurhadi Rangkuti mengatakan perkiraan adanya candi di wilayah tersebut sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno tertutup oleh meterial dari Gunung Merapi. "Di Kerajaan Mataram Kuno ini berbeda dengan lainnya seperti Kerajaan Majapahit yang pusatnya Trowulan itu bisa terlihat permukaannya, kalau Mataram Kuno susah karena terkubur," kata Nurhadi.
Penelitian yang dilakukan oleh Balar sebelumnya melihat adanya indikasi temuan batu-batu peninggalan sejarah yang berelief yang banyak ditemukan di wilayah tersebut.
Lahan yang digali merupakan lahan jagung milik warga. Setelah menemukan benda-benda tersebut, lahan tersebut kini ditutup kembali. Benda-benda yang ditemukan diamankan Balar dan akan menjadi acuan dalam penelitian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.