Prediksi Spanyol vs Austria di 32 Besar Piala Dunia: La Roja Unggul
Prediksi Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026. La Roja difavoritkan menang 2-0 atau 2-1 berkat lini belakang solid.
Warga pengungsi korban gempa tsunami tidur di tenda pengungsian di Taman Gor, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018)./ ANTARA FOTO-Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, JOGJA- Ratusan ton batuan dari warga DIY untuk para korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah untuk kloter kedua masih belum dikirim. Pengiriman bantuan logistik tesebut masih menunggu kejelasan moda transportasinya.
Koordinator Advokasi Informasi dan Media Posko mahasiswa asal Sulteng Sulaiman mengatakan jika pengiriman logistik untuk membantu keluarga asal Sulteng yang terdampak bencana gempa bumi beberpa waktu lalu belum bisa dikirim.
Bantuan logistik dari pakaian layak pakai, mie instan, beras dan lainnya hasil sumbangan dari masyarakat DIY dan sekitarnya itu masih menumpuk di gudang. "Ini kloter kedua yang belum bisa dikirim. Kami masih menunggu kejelasan pesawat Hercules yang akan berangkat," katanya saat ditemui di Posko, Jumat (12/10/2018).
Sebelumnya, para mahasiswa ini sempat mengirimkan bantuan logistik ke wilayah gempa pada 4 Oktober lalu menggunakan angkutan laut (Pelni). Hanya saja, sampai saat ini bantuan belum bisa diterima karena kapal-kapal laut yang akan berlabuh harus mengantre. "Makanya kami meminta agar Negara [TNI] segera menentukan kapan pesawat Hercules bisa mengangkut logistik ini ke Palu," ujar Sulaiman.
Dia berharap agar negara segera mengirimkan logistik yang mereka terima dari masyarakat untuk dikirimkan ke Palu. "Kami memohon kepada negara agar logistik ini segera dikirimkan. Sebab ini bukan barang orderan tapi merupakan amanah yang harus segera kami terimakan kepada yang membutuhkan," ujarnya.
Selama ini, katanya komitmen Pemda DIY untuk membantu mahasiswa asal Sulteng sangat baik. Pemda bahkan memberikan pengelolaan dapur umum untuk konsumsi para mahasiswa. Bahkan, Sultan juga meminta agar para rektor yang memiliki mahasiswa asal Sulteng untuk diperhatikan. "Mahasiwa asal Sulteng kata Sultan harus diberi kemudahan, jangan sampai kelaparan. Makanya ada dapur umum," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prediksi Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026. La Roja difavoritkan menang 2-0 atau 2-1 berkat lini belakang solid.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.