Kronologi Kecelakaan Mikrobus Jogja-Wonosari di Ringroad Selatan yang Tewaskan Satu Orang

Evakuasi mikrobus jurusan Jogja-Wonosari yang terperosok ke jurang sedalam lebih kurang tiga meter, Jumat (12/10/2018) pagi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 Oktober 2018 20:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Ringroad Selatan. Sebuah mikrobus jurusan Jogja-Wonosari terperosok ke jurang sedalam lebih kurang tiga meter, Jumat (12/10/2018) pagi. Dalam kejadian tersebut satu penumpang meninggal dunia, sementara lima penumpang lainnya berikut sopir luka-luka.

Korban meninggal dunia adalah Paiyem, 60, warga Wukirsari, Imogiri Bantul. Ia mengalami luka di bagian kepala dan menghembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian, "Korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum Dr.Sardjito," kata Kepala Unit Laka Lantas Polres Bantul, Ipda Mulyanto.

Mulyanto mengatakan kecelakaan maut yang terjadi sekitar pukul 05.50 WIB tepatnya terjadi di Dusun Sarirejo, Singosaren, Banguntapan, Bantul, tepatnya timur Terminal Giwangan. Mikrobus yang dikemudian Budi Utomo, 53, warga Saptosari, Gunungkidul itu melaju dari arah Terminal Giwangan, Jogja.

Namun baru berjalan sekitar 1,5 kilometer, bus oleng ke kiri kemudian menabrak pembatas jalan, lalu masuk ke jurang sedalam tiga meter dan menghantam pagar bangunan pabrik busana remaja hingga kondisi mikrobus ringsek di bagian depan dan samping kiri.

Mendengar hantaman yang keras tersebut, warga sekitar langung menuju lokasi kejadin. Tidak lama kepolisian dan tim medis juga tiba dilokasi untuk mengevaluasi para korban yang sempat tergencat badan bus. Ada enam penumpang dalam bus bernomor polisi AB 7476 CD, salah satunya sopir.

Mulyanto belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan tersebut. Menurut dia bus yang baru melaju sekitar pukul 05.30 dari Terminal Giwangan itu hilang kendali, kemudian oleng ke kiri dan terperosok ke jurang. Pihaknya belum mendapatkan keterngan dari sopir karena kondisinya masih dalam perawatan.

"Kami juga berusaha koordinasi dengan ahli untuk cek kondisi kendaraan," kata Mulyanto. Pengecekan kendaraan tersebut penting karena ada keterangan yang menjelaskan bahwa kemudi mikrobus mengunci dan tidak dapat dikendalikan.

Selain korban meninggal, empat penumpang, dan satu sopir mengalami luka-luka. Suyati, 40, warga Sentolo, Kulonprogo, mengalami luka pendarahan pada kepala bagian belakang akibat benturan, dan dua tulang rusuknya patah. Sampai Jumat iang, ia masih dlam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Dr.Sardjito.

Sementara, Tugiman Marsudi, 73, warga Wukirsari, Imogiri, Bantul; Sarjono, 57, warga Sewon, Bantul; dan Warsito, 41, warga Tepus, Gunungkidul mengalami patah tulang kemudian ketiganya dirawat di Rumah Sakit Jogja, Wirosaban. Adapun Budi Utomo, sopir bus hanya mengalami lecet pada bagian kaki.

Salah satu saksi mata, Istiono mengatakan, saat dirinya mau memarkir kendaraan, ia melihat mikro bus masuk jalur lambat kemudian terperosok. Ia tidak mengetahui penyebab mikrobus oleng. Sementara proses evakuasi sempat terkendala karena medan sempit dan jurang yang rawan longsor.