Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi macapat./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Kebudayaan Bantul menggelar macapat massal selama 72 jam yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (23/10/2018) hingga Jumat (26/10/2018). Kegiatan ini berlangsung di Sasana Kridha Rumah Dinas Bupati Bantul.
Jumlah peserta Macapat massal sebanyak 300-400 peserta yang terdiri dari seniman macapat dan Panembrama se-Bantul, generasi muda terdiri dari siswa-siswi SD, SMP, dan SMA/SMK serta kalangan pendidik. Dengan pembagian 24 kelompok selama 72 jam. Setiap kelompok mendapat jatah waktu nembang selama tiga jam.
Kepala DinasKebudayaan Bantul, Sunarto, mengatakan kegiatan ini diadakan untuk melestarikan budaya macapat.
"Macapat merupakan salah satu kesenian yang berupa tembang atau puisi Jawa akan tetapi perkembangannya statis karena pelakunya sudah lanjut usia," kata dia, Selasa.
Terkait dengan lantunan macapat yang berlangsung berjam-jam Sunarto tetap memperhatikan situasi dan kondisi.
"Kalau pas ada azan salat kami berhenti sebentar dan pada malam hari diturunkan volumenya," ujarnya.
Pembina Macapat se-kabupaten Bantul, Projosuwasono, menjelaskan macapat yang dinyanyikan berupa macapat yang sudah terbiasa digunakan di masyarakat, terutama yang berkembang di Kabupaten Bantul dan juga di Pawiyatan Kridha Mardawa Kraton.
Macapat-macapat yang dinyanyikan antara lain Serat Wulang Reh, Serat Wedhatama, Serat Nirbhaya, Uran-Uran beja, pepali ki Ageng Sela, Serat Surya Raja, cuplikan Babad Demak, cuplikan Babad Giyanti, Serat Gandung Asmara, Kidungan, Serat Ambiya, Bedhale Mataram Pleret, Serat Dewa Ruci, cuplikan Babad Pecina, dan Serat Nayaka Lelana.
Naskah-naskah ini dipilih tujuannya untuk menggali supaya masyarakat tahu pujangga zaman dahulu sudah membuat naskah tersebut.
"Naskah-naskah ini menyimpan pesan-pesan tentang kehidupan yang syarat makna," kata Projosuwasono kepada wartawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pemilihan Ketua Umum dan kepengurusan baru periode 2026–2031, sekaligus memperkuat arah gerakan kepemudaan di Jogja
Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan syarat sah kurban. Simak penjelasan hukum, jadwal puasa Zulhijah 2026, dan keutamaannya.
BYD M6 DM resmi meluncur di Indonesia sebagai MPV hybrid pertama BYD dengan klaim irit 65 km/liter dan jarak tempuh hingga 1.000 km.
Oakwood Yogyakarta menghadirkan pengalaman hunian modern yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan bisnis maupun rekreasi.
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.